Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Thursday, January 19, 2012

Predator Ulung Hidup Sebelum Zaman Dinosaurus

Predator Ulung Hidup Sebelum Zaman Dinosaurus
Ada predator ulung yang hidup sebelum zaman dinosaurus. Fosil predator yang masuk golongan reptil tahun itu berhasil ditemukan di wilayah peternakan di dataran Rio Grande do Soul, bagian selatan Brazil.

Nama reptil predator itu adalah Pampaphoneus biccai dan hidup sekitar 265 juta tahun lalu. Spesies itu masuk dalam golongan dinocephalian, anggota famili Anteosaurus serta eksis 40 tahun sebelum dinosaurus meraja.

Spesies yang berukuran sebesar anjing ini hidup di benua raksasa purba yang dikenal dengan Pangaea. Spesies ini sebelumnya diduga hidup hanya di wilayah yang kini termasuk Cina, Rusia, Afrika Selatan dan Kazakhstan. Tapi, ternyata persebarannya lebih luas.

Juan Carlos Cisneros, ilmuwan Federal University of Piaui di Teresina, Brazil, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (18/1/2012) mengungkapkan, "Fosil ini adalah anggota Anteosaurus dan memberi bukti persebaran luas dinocephalian di Pangaea."

Cisneros percaya bahwa dataran yang minim hambatan pada masa itu mendukung persebaran spesies ini ke Laurasia dan Gondwana, area paling utara dari Pangaea. Ini menjadikan spesies ini cukup tersebar luas.

Ilmuwan percaya, spesies ini musnah pada masa Permian (299 juta-251 juta tahun lalu). Seluruh ekosistem saat rusak dan spesies musnah dalam katastropi letusan gunung berapi yang bertahan 500.000 tahun. Hanya 5 persen spesies yang tersisa.

Fosil predator purba ini ditemukan berkat pengamatan dengan Google Map yang diikuti dengan penggalian langsung di lokasi. Penemuan dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences bulan ini.
»»  Read More

Sunday, January 15, 2012

Ilmuwan Deteksi Molekul Pendingin Bumi

Ilmuwan Deteksi Molekul Pendingin Bumi

Para ilmuwan di Inggris dan AS mengklaim telah mendeteksi molekul baru di atmosfer. Molekul itu bisa membantu menghasilkan efek dingin di muka bumi. Namun, masih perlu diteliti apakah molekul ini bisa membantu mengatasi masalah pemanasan global.

Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, molekul yang dideteksi ini bisa mengubah polutan, seperti nitrogen dioksida dan sulfur dioksida, menjadi senyawa yang dapat menyebabkan pembentukan awan, membantu untuk melindungi bumi dari matahari.

Selama abad yang lalu, suhu rata-rata bumi telah naik 0,8 derajat celcius. Para ilmuwan mengatakan pada abad ini peningkatan suhu itu harus dibatasi hingga di bawah dua derajat celcius untuk mencegah naiknya permukaan air laut dan dampak lain yang tidak diinginkan.

Tapi mainstrim utama cara membatasi pemanasan, seperti penggunaan energi yang terbarukan dan efisiensi energi, tidak membuahkan hasil dengan cepat.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan jurnal Science pada hari Kamis, peneliti dari Universitas Manchester dan Bristol, serta AS --yang berbasis di Sandia National Laboratories - mendeteksi molekul baru yang disebut biradikals Criegee. Penemuan ini setelah para ilmuwan menggunakan sumber cahaya yang kuatnya 100 juta kali lebih kuat dari matahari.

"Kami menemukan biradikal yang bisa mengoksidasi sulfur dioksida, yang akhirnya berubah menjadi asam sulfat, yang dikenal memiliki efek pendinginan," kata salah satu penulis penelitian dalam kimia atmosfer di Universitas Manchester, Carl Percival sebagaimana dikutip Reuters.

Namun, masih terlalu dini untuk memprediksi berapa banyak molekul harus dibentuk untuk membuat dampak yang besar pada suhu dunia dan keamanan mereka harus diuji. Pemahaman efek pembentukan awan terhadap iklim juga belum diketahui.

Pendinginan

Saat meletus pada 1991, Gunung Pinatubo di Filipina melepaskan sejumlah besar sulfur dioksida yang membentuk kabut asam sulfat. Hal ini mengurangi jumlah sinar matahari ke bumi hingga mencapai sekitar 10 persen. Sehingga menurunkan suhu global sekitar 0,5 derajat celcius selama dua tahun.

Namun, konsentrasi sulfur dioksida yang tinggi di atmosfer akibat letusan itu juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru, hujan asam, dan penipisan lapisan ozon pelindung bumi.

"Biradikal tidak bagus untuk memperbaiki bumi," kata Percival, mengacu pada cara-cara radikal menurunkan suhu planet, seperti letusan gunung berapi atau pemutihan awan untuk memantulkan sinar matahari yang lebih banyak.

Molekul-molekul terdeteksi oleh tim peneliti ini terjadi secara alami karena adanya alkena, senyawa kimia yang sebagian besar dilepaskan oleh tanaman.

"Tanaman akan melepas senyawa ini, membuat biradikal dan akhirnya membentuk asam sulfat, sehingga efeknya pada ekosistem dapan menghilangkan efek pemanasan dengan memproduksi aerosol pendinginan," kata Percival.

Efek pendinginan terbesar bisa dirasakan pada atmosfer yang mengandung banyak alkena dan polutan, yang memungkinkan reaksi biradikal.

"Efeknya benar-benar akan dirasakan di sejumlah titik, seperti Hong Kong atau Singapura," kata Percival.
»»  Read More

Thursday, January 5, 2012

Sperma Berhasil Dibuat di Cawan Laboratorium

Sperma Berhasil Dibuat di Cawan Laboratorium
Tim peneliti yang dipimpin oleh Professor Stefan Schlatt dari Universitas Munster, Jerman, berhasil menumbuhkan sperma tikus di laboratorium. Sperma itu ditumbuhkan di cawan dengan benih dari sel di testis tikus dan setelah diteliti tidak memiliki abnormalitas.

Hasil ini membuat peneliti semakin optimis bahwa suatu saat manusia yang tidsak subur bisa tetap memiliki anak tanpa bantuan sperma donor. Nantinya, benih dari sel di testis manusia yang bertanggungjawab memproduksi sperma bisa diambil dan ditumbuhkan di laboratorium.

"Saya percaya bahwa sangat mungkin untuk menumbuhkan sperma dengan menggunakan jaringan yang mengandung sel benih sperma yang diambil dari testis untuk selanjutnya menstimulasi produksi sperma di laboratorium," kata Mahmoud Huleihel, peneliti Israel yang terlibat penelitian.

Seperti dikutip Foxnews, Selasa (3/1/2012), Huleihel mengatakan, "Butuh waktu beberapa tahun bagi kita untuk sampai pada tahap ini, jadi teknik untuk menumbuhkan sperma manusia tidak akan datang dalam semalam, tapi kami telah memulai riset tersebut setelah kesuksesan pada tikus ini."

Studi ini dipublikasikan di Asian Journal of Andrology. Studi ini muncul tak berapa lama setelah ilmuwan Jepang berhasil mengubah sel punca menjadi sel sperma, yang kemudian digunakan untuk mem-fertilisasi sel telur. Tampaknya masa depan bagi manusia infertil untuk memiliki anak semakin cerah.
»»  Read More

Saturday, December 31, 2011

Peneliti Temukan 4 Spesies Hiu Baru

Peneliti Temukan 4 Spesies Hiu Baru
Para peneliti dari California Academy of Sciences, tahun ini menemukan 4 jenis hiu baru. Penemuan tersebut diumumkan oleh institusi terkait baru-baru ini.

Diantara 4 jenis hiu baru, hiu gergaji mini dari Afrika (Pristiphorus nancyae) secara tidak sengaja tertangkap jaring pada kedalaman samudra 490 meter, di Mozambik. Menurut David Elbert, peneliti dari akademi tersebut, hewan laut ini merupakan bagian dari 7 spesies hiu gergaji yang berhasil diketahui.

Predator tersebut memiliki gigi yang bertabur di spanjang moncongnya, dan digunakan seperti pedang menenerobos segerombolan ikan. Setelahnya menerobos kumpulan ikan yang diincarnya, hiu ini akan kembali untuk memakan korban yang terluka oleh serangannya.

Ebert mengatakan, seiring dengan penemuan hiu gergaji itu, ditemukan juga spesies baru hiu bidadari (Squatina caillieti), pada kedalaman 370 meter, di perairan Pulau Luzon, di Filipina.

Diwartakan National Geographic, Sabtu (31/12/2011), hiu bidadario yang merupakan penghuni dasar laut memiliki sirip dada besar dan menyerupai sayap. Mereka biasanya mengubur dirinya di lumpur, dan menyergap mangsa yang melintas di dekatnya.

Kemudian, yang lainnya adalah dua spesies hiu lentera dari genus Etmopterus, yang ditemukan di Taiwan dan Afrika Selatan.
»»  Read More

9 Potensi Bencana Tahun 2012

9 Potensi Bencana Tahun 2012

Menyambut tahun 2012, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat patut mempersiapkan mitigasi bencana secara benar dan baik.

"Di tahun 2012, menyangkut potensi bencana, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diwaspadai karena potensi bencananya yang tinggi, selain bencana yang sedang terjadi," tutur keterangan dari Kantor SKP BSB Yang diterima VIVAnews.com, Minggu 1 Januari 2012.

Menurutnya, ada sembilan fenomena alam yang penting dicermati dan diwaspadai. Pertama, ancaman dari gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala Richter. Gempa ini dinilai dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan, dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat.

Kedua, adanya potensi gempa di Selat Sunda, Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat dan Bali. Selain itu, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian. Dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khususnya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.

Ketiga, aktivitas gunung-gunung berapi. Aktivitas ini dampak dari gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.

Keempat, adanya bahaya sekunder gunung api terutama di sekitar aliran sungai paska letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi mencapai 120 juta kubik.

Kelima, potensi gempa dari patahan besar Sumatera yang sudah cukup banyak diteliti. Selain itu gunung api lainpun ada yang bisa menjadi kejutan bencana terutama karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api di Indonesia masih minim.

Untuk Patahan Sumatera, segmen yang sudah lama bertapa termasuk di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.

Keenam, bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai. Serta belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi.
Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan air tanah, udara dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus trjadi.

Ketujuh, ancaman banjir di mana-mana. Khususnya kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.

Kedelapan, iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.

Sembilan, meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal.

Sembilan fenomena alam diatas, merupakan hasil diskusi dan koordinasi yang dilakukan oleh Kantor SKP BSB selama tahun 2011, baik yang diselenggarakan di Istana, di Geotek LIPI, GREAT ITB dan lain-lain.
»»  Read More

Friday, December 30, 2011

Pulau Berasap Mendadak Muncul di Laut Merah

Pulau Berasap Mendadak Muncul di Laut Merah - Keajaiban terjadi di Laut Merah, teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Teluk ini memiliki penghuni baru: sebuah pulau berasap.

Pulau yang muncul tiba-tiba itu tercipta dari sebuah erupsi yang terjadi di Laut Merah awal bulan ini. Terbentuk dari material vulkanik letusan. Jadi pulau itu bisa jadi tak akan bertahan lama.

Menurut laporan, nelayan menjadi saksi semburan lava setinggi 30 meter pada 19 Desember 2011. Menurut vulkanolog dari Denison University in Granville, Ohio, Erik Klemetti, saat itu diperkirakan sebagai hari di mana letusan bermula.

Abu terlihat memancar dari lokasi tersebut pada 20 dan 22 Desember 2011, yang terpantau dari instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang terpasang di Satelit Terra dan Aqua milik Badan Antariksa AS, NASA.

Sementara, instrumen monitor ozon dari satelit Aura NASA mendeteksi peningkatan kadar sulfur dioksida, yang menjadi salah satu bukti terjadinya letusan. Lalu, pada 23 Desember 2011, apa yang terlihat seperti pulau baru terlihat di Laut Merah di perairan Yaman.

"Saya terkejut, pulau itu tumbuh dengan cepat," kata Klemetti, kepada situs sains Our Amazing Planet.

Aktivitas vulkanik terjadi di sepanjang Zubair Group, kumpulan pulau-pulau kecil yang membentang di sepanjang barat laut dan tenggara. Pulau baru tersebut terbentuk adalah tipe perisai, semacam gunung yang terbentuk dari lelehan lava, dan muncul ke atas permukaan laut.

Para ilmuwan kini mengawasi pulau tersebut, untuk melihat sejauh mana daya tahannya.

"Banyak pulau semacam itu tak bertahan lama, sebab mereka terbentuk dari material vulkanik. Jadi, mereka bisa hancur oleh gelombang besar," kata Klemetti.

Ini bukan satu-satunya pulau baru yang terbentuk, Pulau lain yang tita-tiba muncul adalah Surtsey off, Islandia, Anak Krakatau di kaldera Gunung Krakatau, dan Hunga Tonga-Hunga Ha `apai di Tonga di Pasifik Selatan
»»  Read More

Friday, December 23, 2011

Mawar Angkasa Hasil Tumbukan Dua Galaksi

Mawar Angkasa Hasil Tumbukan Dua Galaksi - Teleskop antariksa Hubble menangkap citra sepasang galaksi yang saling bertumbukan, dihiasi dengan bintang biru muda nan panas. Sekilas, dua galaksi tersebut tampak bagai bunga mawar yang merekah di angkasa.

Pasangan galaksi yang saling berinteraksi itu bernama Arp 273, berada di konstelasi Andromeda, sekitar 300 juta tahun cahaya dari Bumi.

Dua galaksi yang bertumbukan adalah UGC 1810 yang berukuran lebih besar serta UGC 1813. Galaksi yang lebih kecil dikatakan "menyelam" ke bagian galaksi yang lebih besar. UGC 1810 yang lebih besar pun terdistorsi bentuknya menjadi serupa mawar.

Bagian spiral pada galaksi yang lebih besar merupakan tanda interaksi UGC 1810 dan 1813. Di bagian luar, terdapat struktur serupa cincin yang dipercaya merupakan tempat di mana dua galaksi saling bersinggungan. Bagaimana dua galaksi bertumbukan belum diketahui.

Di bagian tepi galaksi yang lebih besar tampak banyak spot berwarna biru, yang menunjukkan tempat di mana bintang muda dan panas banyak didapati.

Mawar hasil tumbukan dua galaksi ini tentu tak sama dengan bunga mawar yang dikenal manusia. "Mahkota" mawar angkasa ini agak miring dan asimetris. Mawar angkasa itu ditangkap dengan kamera WCF3, instrumen di teleskop Hubble.
»»  Read More

Bola Misterius dari Luar Angkasa

Bola Misterius dari Luar Angkasa
Belum ada seorang pun yang tahu apa benda bulat dari logam yang jatuh di sebuah gurun di utara Namibia itu. Beratnya sekitar 6,5 kilogram dengan diameter 35 sentimeter.

Saat menghantam permukaan tanah, benda tersebut membentuk kawah sedalam 30 sentimeter dan selebar 32,5 sentimeter. Bola misterius itu sendiri ditemukan sekitar 150 centimeter dari kawah yang terbentuk.

Penduduk lokal mengaku mendengar beberapa kali bunyi ledakan sebelum ditemukan benda tersebut oleh salah seorang petani. Temuan benda itu pun langsung mendapat respons saat tersebar di internet. Sebagian berpendapat itu adalah bukti adanya kehidupan lain di luar angkasa.

Namun, Direktur forensik kepolisian setempat Paul Ludik tak mau berspekulasi sehingga langsung mengontak pihak berwenang. NASA dan badan antariksa Eropa (ESA) sudah siap meneliti apa sebenarnya benda tersebut. Salah satu dugaan kuat benda tersebut adalah tangki hidrazine yang digunakan untuk menyimpan senyawa yang mudah terbakar di satelit.

Benda tersebut sebenarnya ditemukan sejak sebulan lalu, tetapi baru dipublikasikan baru-baru ini. Suara ledakan yang terdengar saat jatuh mungkin sonic boom saat kecepatannya menembus Bumi mencapai ambang supersonik.

Benda-benda langit yang jatuh ke Bumi memang beberapa kali tidak habis terbakar karena menggunakna material yang sangat kuat. Saat satelit UARS (Upper Atmosphere Research Satellite) milik NASA dan satelit Rontgen milik Jerman jatuh beberapa waktu lalu, diperkirakan ada sisa material yang jatuh sampai ke Bumi.

Namun, material yang ditemukan di Namibia tetap masih menjadi pertanyaan. Yang pasti material yang digunakan tahan panas sangat tinggi sehingga tahan menembus atmosfer.
»»  Read More

Thursday, December 22, 2011

Ilmuwan: Ada Dua Bulan yang Mengitari Bumi

Ilmuwan: Ada Dua Bulan yang Mengitari Bumi

Pada 2006 lalu, astronom menangkap keberadaan obyek misterius, berwarna putih titanium, mengitari Bumi, namanya RH120. Awalnya, para ahli mengasumsikannya sebagai roket.

Namun, perkiraan itu salah. Benda itu ternyata sebuah asteroid kecil yang tertangkap medan gravitasi Bumi. Ia berotasi di sekeliling Bumi hingga Juni 2007.

Sebuah studi yang dipublikasikan astrofisikawan Cornell University mengklaim, kejadian itu bukan anomali. Sebab, ada banyak asteroid yang datang dan pergi. Ini berarti, planet kita selalu memiliki satelit kedua, meski secara temporer.

Astrofisikawan Cornell, Mikael Granvik, Jeremie Vaubaillon, dan Robert Jedicke mengaku, mereka telah mengalkulasi populasi "satelit alami tak teratur yang secara temporer ditangkap oleh Bumi".

Dalam paper riset berjudul, 'The population of natural Earth satellites', para astronom mengatakan, meski bulan yang ditemukan kecil, implikasi ilmiah penemuan ini sangat fenomenal.

"Pada waktu tertentu, ada setidaknya satu lagi satelit alami berdiameter 1 meter yang mengorbit Bumi," demikian paparan tim peneliti yang dipublikasikan situs Cornell University.

Meski asteroid yang mengorbit Bumi relatif kecil, berukuran hanya beberapa meter, mereka bisa dikualifikasikan sebagai satelit alami, seperti halnya Bulan.

Mengapa temuan ini disebut fenomenal?

Untuk diketahui, asteroid bisa jadi sumber bencana bagi umat manusia di masa depan. Penting bagi ilmuwan untuk meneliti karakteristiknya, agar bisa ditangani.

Dengan penelitian ini -- di mana diketahui ada asteroid yang terjebak gravitasi Bumi, para astronom punya pilihan yang lebih murah untuk mempelajari asal usul tata surya -- ketimbang mengirimkan misi ke asteroid yang jauh.

Meskipun NASA tidak bisa mendarat di sebuah asteroid yang hanya berukuran beberapa meter itu, namun Badan Antariksa itu bisa mendekatinya untuk mengumpulkan banyak informasi.
»»  Read More

Tuesday, December 13, 2011

Ilmuwan Makin Dekat Temukan 'Partikel Tuhan' yang Bisa Jelaskan Asal Usul Kehidupan

Ilmuwan Makin Dekat Temukan 'Partikel Tuhan' yang Bisa Jelaskan Asal Usul Kehidupan
Anda yang membaca novel karya Dan Brown atau sudah menonton filmnya yang berjudul Angel and Demon tentu tak asing dengam istilah 'God particle' atau partikel Tuhan.

Dalam novel dan filmnya itu, Dan Brown memperlihatkan bagaimana kemungkinan reaksi kaum agamawan, terutama Vatikan, bila ternyata betul ilmuwan bisa menemukan pertikel Tuhan yang menjelaskan asal usul dunia.

Dan kini, apa yang dikisahkan lewat fiksi itu kemungkinan jadi nyata. Peneliti di pusat riset bergengsi CERN mengklaim mereka sedikit lagi akan menemukan partikel Tuhan. Dua tim sudah mengklaim temuan ini.

Peneliti senior CERN Oliver Buchmueller mengatakan mereka sangat gembira dengan kemajuan riset fisika kali ini. Uji coba demi uji coba terus dilakukan. Mereka perkirakan tahundepan sudah bisa mengurai asal usul alam semesta termasuk partikel Tuhan itu.

"Kami sudah sangat dekat dengan kesimpulan partikel Tuhan," kata Bucmueller sepert dikutip skynews, Rabu.

Apa sih sebenarnya partikel Tuhan? Partikel Tuhan kerap juga disebut partikel Higgs. Ini adalah mata rantai partikel yang belum ditemukan ilmuwan terkait peristiwa bagaimana partikel dan energi berinteraksi. Partikel ini masuk ke dalam teori fisika model standard.

Bagaimana menemukan partikel ini? Para ilmuwan menembakkan partikel dengan arah yang berlawanan dalam terowongan sepanjang 27 km di kedalaman 100 meter dari permukaan.

Partikel yang ditembakkan itu akan bergerak dengan kecepatan cahaya dan mereka akan bertumbukkan pada akhirnya. Detektor yang supersensitif akan mengukur hasil tumbukkanpartikel itu yang berupa debupartikel.

Riset senilai 6 miliar poundsterling ini berupaya mereplika kondisi seusai penciptaan alam semesta 13,7 miljar tahun lalu yang biasa dikenal dengan nama teori tumbukkan besar atau Big Bang.

Dalam teori standar diprediksi, partikel subatom harusnya tak punya massa. Namun dalam teori lain, disebutkan, ada medan energi bernama Higgs dan boson yang muncul usai tumbukkan partikel itu. Kedua entitas ini membuat sub partikel tarik menarik, dengan kata lain memberinya massa.

Kalau ini ditemukan oleh ilmuwan maka mereka bisa menentukan dengan pasti lewat model matematika, bagaimana cara kerja alam semesta. Dengan kata lain, mereka menemukan partikel Tuhan yang menjelaskan segalanya.

Partikel Tuhan bukan berarti zat Tuhan. Ini menarik sekali jika teori Big Bang diungkap dan diperjelas maka akan semakin membenarkan pandangan Al-Qu'an (QS Al-Anbiya' : 30)

Sumber: Sky News
»»  Read More

Monday, December 12, 2011

Bulan Biru Bukan Cuma Kiasan

Bulan Biru Bukan Cuma Kiasan
Bulan Biru Bukan Cuma Kiasan
Bulan Biru atau Blue Moon didefinisikan sebagai purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Bulan Biru pernah terjadi pada 31 Juli 2004 dan 31 Desember 2009.

Bulan Biru biasanya terjadi setiap 2,5 tahun dan hanya sekali dalam setahun. Namun, dalam periode 19 tahun sekali, Bulan Biru bisa terjadi dua kali dalam setahun. Pada 1999, misalnya, Bulan biru terjadi pada bulan Januari dan Maret.

Terjadinya Bulan Biru berkaitan dengan lama penanggalan Masehi dan Bulan. Satu tahun dalam kalender Masehi berjumlah 365 hari, sementara dalam kalender Bulan 354 hari. Sisa hari akan diakumulasikan sehingga pada tahun tertentu akan terjadi dua purnama dalam sebulan.

Penyebab terjadinya dua kali Bulan Biru dalam setahun juga berkaitan dengan penanggalan. Sejarah mencatat, biasanya dua Blue Moon dalam setahun terjadi pada bulan Januari dan Maret.

Blue Moon dalam bulan Januari terjadi menjelang akhir bulan. Karena Februari umumnya berjumlah 28 hari, maka pada bulan itu tak ada purnama sama sekali. Purnama selanjutnya baru terjadi pada awal Maret. Blue Moon pada Maret bisa terjadi karena Maret berjumlah 31 hari.

Bulan Biru nyata

Bulan Biru biasanya dianggap sebagai kiasan karena sebenarnya bulan memang tidak tanmpak berwarna biru. Istilah Bulan Biru diberikan karena fenomena purnama dua kali dalam sebulan jarang terjadi. Meski demikian, sejarah juga mencatat bahwa Bulan Biru itu nyata. Artinya, Bulan memang tampak kebiruan.

Astronom Ma'rufin Sudibyo mengatakan, Bulan yang berwarna biru pernah terjadi pada tahun 1992, tepatnya saat terjadi gerhana Bulan 9 Desember 1992. Ma'rufin menjelaskan, sebagian kecil cakram Bulan saat gerhana tampak kebiruan. Adapun bagian lain tampak gelap, bukan kemerahan seperti biasanya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan letusan Gunung Pinatubo. "Richard Keen, peneliti yang merekapitulasi citra Gerhana Bulan Total sejak masa Gunung Agung, mengatakan bahwa saat Gerhana Bulan total 1992 (bulan berwarna kebiruan) alasannya karena hamburan Matahari oleh ozon," jelas Ma'rufin.

Situs NASA menyebutkan bahwa Bulan yang tampak biru disebabkan oleh adanya partikel yang lebih besar dari panjang gelombang warna merah (0,7 mikron). Partikel tersebut bisa bersumber dari abu letusan gunung berapi.

Bulan Biru paling fenomenal yang tercatat sejarah terjadi saat letusan Krakatau tahun 1883. Tidak hanya saat gerhana, Bulan juga tampak kebiruan setiap malam, entah sabit, separuh, ataupun purnama.

Berdasarkan penjelasan di situs NASA, Bulan berwarna biru tersebut terjadi selama bertahun-tahun sesudah letusan. Debu letusan Krakatau mengotori atmosfer dan menyebabkan sinar putih yang biasanya diperlihatkan Bulan tampak biru.

Bulan Biru juga terjadi setelah letusan Gunung St. Helen pada 1980 dan Gunung El Chicon di Meksiko tahun 1983.

Gerhana 10 Desember dan Bulan Biru

Contoh terakhir bulan yang tampak kebiruan terjadi pada Sabtu (10/12/2011) malam, saat Gerhana Bulan Total memasuki totalitas sekitar pukul 21.07 - 21.57 WIB. Ma'rufin yang mengamati fenomena tersebut dari Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Ia mengatakan bahwa Bulan yang berwarna kebiruan teramati oleh dua teleskop berbeda. Warna kebiruan cenderung menumpuk di satu titik. Berbeda dari gerhana Bulan total 1992, warna kebiruan pada gerhana kali ini dihiasi oleh warna merah pada bagian cakram Bulan yang lain.

Apa sebab Bulan yang tampak biru kali ini? Beberapa waktu lalu Gunung Merapi di Yogyakarta memang sempat meletus. Namun, Ma'rufin menguraikan bahwa warna kebiruan yang tampak tidak berkaitan dengan abu vulkanik Merapi. Buktinya, Bulan masih tampak kemerahan semalam.

Bulan dengan kelir kebiruan yang terjadi semalam tidak teramati di tempat selain Gombong. Oleh sebab itu, belum diketahui apakah fenomena tersebut lokal atau ekstraterestrial. Dengan demikian, belum tahu pasti sebab munculnya warna kebiruan.

"Itu yang masih misterius bagi saya. Satu hipotesa saat ini sih, kemungkinan itu cahaya hasil hamburan ozon," kata Ma'rufin.

Satu yang pasti, fenomena Bulan yang tampak kebiruan bukan hanya kiasan, melainkan nyata terjadi.
sumber : kompas
»»  Read More

Friday, December 9, 2011

Arkelolog Temukan Sekolah Gladiator Romawi

Arkelolog Temukan Sekolah Gladiator Romawi
Arkeolog Austria menyatakan telah menemukan sekolah pelatihan gladiator Romawi yang cukup besar dan masih utuh. Bekas sekolah itu terletak di wilayah timur ibukota Wina dan ditemukan dengan menggunakan radar imagery.
Sekolah itu merupakan bagian dari kota Romawi yang merupakan pos terdepan militer dan perdagangan yang cukup penting pada 17 abad yang lalu.
Meskipun penggalian belum dilakukan, gambar yang diambil dari radar menunjukan kompleks sekolah yang memiliki 40 sel untuk pegulat dikelilingi tembok yang cukup tebal. Di lokasi itu terdapat tempat pelatihan dan tempat mandi yang cukup besar.
Di luar tembok, hasil pemidaian radar menunjukan lokasi yang dipercaya oleh arkeolog sebagai tempat pemakaman bagi pegulat yang meninggal dalam pelatihan. "Ini merupakan sensasi dunia, dalam arti yang sesungguhnya," kata Gubernur negara bagian Lower Austria, Erwin Proell, seperti dikutip BBC.
Sekolah yang merupakan bagian dari kota ini merupakan tempat kediaman bagi sekitar 50.000 orang pada 1.700 tahun yang lalu. Kota ini merupakan lokasi perdagangan dan militer terbesar yang berhubungan dengan kekaisaran Romawi di wilayah Asia yang berbatasan dengan daratan Eropa utara dan tengah.
Pejabat mengatakan bangunan sekolah pelatihan gladiator yang ditemukan ini merupakan saingan dari Ludus Magnus, yang merupakan sekolah pelatihan gladiator terbesar di Roma.
Salah satu yang membedakannya adalah reruntuhan kayu yang terletak di tengah arena pelatihan yang biasa digunakan oleh gladiator sabagai musuh tanding.
Museum Romawi Jerman mengatakan gambar tiga dimensi sekolah itu merupakan perpaduan dari barak dan sebuah penjara. Pihak museum mengatakan, gladiator seringkali dinyatakan bersalah sebagai pelaku kriminal atau tahanan perang dan juga diperlakukan sebagai budak.
Para ahli belum menentukan waktu penggalian sekolah gladiatorini, dan mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk mematangkan rencana. Kompleks sekolah itu sangat besar dan baru kurang dari 1% saja yang digali walaupun sebenarnya penggalian sudah dimulai sekitar tahun 1870.
»»  Read More

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan - Setelah bertahun-tahun tenang, matahari akan kembali menghidupkan badai matahari.Sekarang matahari memiliki puluhan bintik, termasuk salah satu yang ukurannya 17 x Bumi. Walaupun begitu badai matahari tidak akan terlalu mempengaruhi bumi.Badai matahari akan berpengaruh ke bumi hanya jika menghantam bumi.Berikut Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan.

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan

Foto Badai Matahari Yang Menakjubkan
»»  Read More

Monday, December 5, 2011

Seperlima Gletser Himalaya Mencair

Seperlima Gletser Himalaya Mencair
Seperlima Gletser Himalaya Mencair
Sebanyak seperlima gletser di Himalaya telah menyusut karena mencair dalam kurun 30 tahun terakhir. Rinciannya antara lain, 21 persen gletser di Nepal dan 22 persen gletser di Butan mencair.

Fakta itu merupakan hasil penelitian International Center for Integrated Mountain Development (Icimod), sebuah organisasi yang berbasis di Kathmandu, Nepal. Sebanyak 3 laporan menyangkut hasil riset tersebut dipresentasikan pertama kali di UN Climate Talk di Durban, Afrika Selatan, Minggu (4/12/2011).

Icimod melakukan survei pada 10 lokasi berbeda dan menemukan fakta bahwa gletser di seluruh lokasi yang diteliti mencair. Pencairan mengalami percepatan dalam 10 tahun terakhir, terutama tahun 2002-2005.

Ilmuwan memperingatkan bahwa Himalaya adalah "kutub ketiga" yang jika mencair akan berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut. Pencairan gletser juga akan merugikan masyarakat yang hidup di bawahnya dan berpotensi mengakibatkan kekeringan di Asia.

"Wilayah Hindu Khus Himalaya adalah raksasa lunak. Terlihat mengagumkan, wilayah itu adalah salah satu yang paling sensitif di dunia," kata David Molden, Direktur Icimod, seperti dikutip AFP, Senin (5/12/2011).

Sampai saat ini, belum ada data spesifik tentang jumlah, area, dan status terkini di seluruh wilayah Himalaya. Diprediksikan, jika emisi gas rumah kaca berlangsung tanpa pengurangan, gletser akan menghilang tahun 2035.

Menanggapi laporan tersebut, Rajendra Pachauri, Chairman Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) mengungkapkan, "Laporan ini memberikan dasar dan informasi di lokasi spesifik untuk memahami perubahan iklim di salah satu wilayah yang paling rapuh di dunia."

Pada saat yang sama, penelitian ini juga kembali menegaskan pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca lewat berbagai tindakan, mulai menjaga hutan hingga mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.
»»  Read More

Thursday, December 1, 2011

UGM Kembangkan Implan Tulang Dalam Negeri

UGM Kembangkan Implan Tulang Dalam Negeri

Ketersediaan alat bantu penyambung (implan) patah tulang di dalam negeri masih terbatas, sementara kebutuhan implan dalam negeri selama ini disuplai oleh produk luar negeri. Hal ini menyebabkan ketergantungan produk implan impor tergolong tinggi.

Di tengah ketergantungan implan impor tersebut, peneliti dari UGM menghasilkan riset bahwa implan dari luar negeri tidak sesuai dengan karakter tulang orang Indonesia.

“Implan impor itu disesuaikan dengan tulang orang Eropa yang tinggi,” ujar Salah satu peneliti Center for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs), Suyitno, di sela Forum Riset Industri Indonesia di Auditorium Pasca-Sarjana UGM, Jakarta, Rabu, 30 November 2011.

Ia menyebutkan bahwa implan impor kurang sesuai dengan tulang orang Indonesia yang berkarakteristik pendek dan kecil. Untuk itu, ia bersama empat koleganya di CIMEDs membuat implan khusus yang disesuaikan dengan tulang orang Indonesia.

Dari hasil uji coba di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, implan tersebut berfungsi dengan baik. “Hasilnya 100 persen tidak ada masalah,” ujarnya. Implan buatan timnya mengadaptasi kontur tulang orang Indonesia.

Secara kualitas implan yang dikembangkan setara dengan yang impor, karena materi implan tersebut sudah menggunakan bahan Stainless Stell 316 L, Stainless Stell 316 LVM, serta Titanium Great 5. Bahan dasar dari implan yakni Nikel, Krom, Molibdenum dan Besi.

Untuk bahan baku dari impan buatannya, saat ini masih diimpor. Namun, pihaknya akan mengembangkan riset soal bahan baku lokal. “Bahan baku dari kita itu bisa, cuma masih dilakukan riset,” ujarnya.

Riset yang dijalankan saat ini menurutnya akan menjadi dasar untuk didirikannya industri baru dalam teknologi kesehatan. Setelah memproduksi dan uji coba, kini pihaknya mulai mengkomersilkan produk implan tersebut, dan hanya tinggal menunggu izin penjualan dan peredaran dari Kementerian Kesehatan untuk diterapkan di berbagai rumah sakit.

Ke depannya, ia bersama timnya akan mengembangkan implan untuk tulang-tulang kecil seperti tulang rahang. Selain itu, menurutnya, yang tidak kalah penting yakni pengembangan alat pemasangan maupun alat bedah implan tersebut. “Itu akan kami kembangkan,” ujarnya.

Dengan tersedianya implan khusus untuk tulang orang Indonesia, maka akan membantu para pasien yang terkena patah tulang seperti korban bencana yang 60 persen menderita patah tulang.

“Kalau menunggu implan dari luar negeri butuh waktu lama,” ucapnya.
»»  Read More

Genetika dan Peluang Cegah Penularan HIV

Genetika dan Peluang Cegah Penularan HIV
Genetika dan Peluang Cegah Penularan HIV
Genetika telah membantu banyak sisi kehidupan manusia, mulai dari memproduksi benih transgenik, membantu memecahkan kasus kriminal lewat genetika forensik hingga produksi makanan yang melibatkan mikroba. Kini, genetika berpeluang mencegah penularan HIV/AIDS melalui terapi gen.

Mengapa genetika menjadi penting? Tercatat bahwa setiap tahunnya, lebih dari 2 juta orang dewasa terinfeksi HIV dan banyak di antaranya adalah yang berusia produktif. Sementara itu, pengembangan vaksin tradisional masih menemui jalan buntu. Lewat genetika, bisa diupayakan cara agar manusia secara alami bisa "kebal" dari HIV.

David Baltimore, pakar virus dari California Institute of Technology memiliki ide kontroversial tentang terapi gen itu. Ia mengusulkan untuk menyisipkan sel otot manusia tanpa HIV/AIDS dengan gen penghasil antibodi HIV dari orang dengan HIV/AIDS dengan menggunakan adenovirus sebagai pengirimnya.

"Ini sesuatu yang tidak biasa dan sangat rasional untuk mengatakan bahwa tak ada alasan untuk melakukannya kecuali tak ada alternatif. Tapi jika tak ada alternatif, seperti sekarang, kita harus memikirkan cara baru untuk melindungi manusia," kata Baltimore seperti dikutip Nature, Rabu (30/11/2011).

Dengan usulan Baltimore, maka gen yang disisipkan ke adenovirus diharapkan bisa menjadi otak pembentukan antibodi melawan HIV yang tidak didapati pada manusia yang belum terinfeksi HIV/AIDS. Sel otot kemudian menjadi pabrik dari antibodi ini. Dengan cara ini, penularan bisa dicegah.

Keefektifan cara ini telah dicoba pada tikus. Ilmuwan menemukan 2 jenis antibodi, b12 dan VRC01, yang terbukti bekerja efektif melawan infeksi HIV dengan jumlah 100 kali lebih besar dari dosis infeksi yang biasa diterima manusia. Level antibodi yang diproduksi bertahan tinggi selama 1 tahun, membuktikan bahwa cara ini bisa menjadi terapi jangka panjang.

Beberapa kalangan khawatir dengan usulan Baltimore. Pertama, hasil percobaan pada tikus tidak selalu bisa menjadi patokan sebab hasilnya bisa berbeda pada manusia. Kedua, sekali gen disisipkan sel otot maka proses tak bisa dibalikkan lagi. Ini bisa menjadi masalah jika ada akibat negatif. Meski demikian, Baltimore tetap akan melanjutkan penelitiannya, termasuk menjanjaki kemungkinan mengujicoba pada manusia.Genetika telah membantu banyak sisi kehidupan manusia, mulai dari memproduksi benih transgenik, membantu memecahkan kasus kriminal lewat genetika forensik hingga produksi makanan yang melibatkan mikroba. Kini, genetika berpeluang mencegah penularan HIV/AIDS melalui terapi gen.

Mengapa genetika menjadi penting? Tercatat bahwa setiap tahunnya, lebih dari 2 juta orang dewasa terinfeksi HIV dan banyak di antaranya adalah yang berusia produktif. Sementara itu, pengembangan vaksin tradisional masih menemui jalan buntu. Lewat genetika, bisa diupayakan cara agar manusia secara alami bisa "kebal" dari HIV.

David Baltimore, pakar virus dari California Institute of Technology memiliki ide kontroversial tentang terapi gen itu. Ia mengusulkan untuk menyisipkan sel otot manusia tanpa HIV/AIDS dengan gen penghasil antibodi HIV dari orang dengan HIV/AIDS dengan menggunakan adenovirus sebagai pengirimnya.

"Ini sesuatu yang tidak biasa dan sangat rasional untuk mengatakan bahwa tak ada alasan untuk melakukannya kecuali tak ada alternatif. Tapi jika tak ada alternatif, seperti sekarang, kita harus memikirkan cara baru untuk melindungi manusia," kata Baltimore seperti dikutip Nature, Rabu (30/11/2011).

Dengan usulan Baltimore, maka gen yang disisipkan ke adenovirus diharapkan bisa menjadi otak pembentukan antibodi melawan HIV yang tidak didapati pada manusia yang belum terinfeksi HIV/AIDS. Sel otot kemudian menjadi pabrik dari antibodi ini. Dengan cara ini, penularan bisa dicegah.

Keefektifan cara ini telah dicoba pada tikus. Ilmuwan menemukan 2 jenis antibodi, b12 dan VRC01, yang terbukti bekerja efektif melawan infeksi HIV dengan jumlah 100 kali lebih besar dari dosis infeksi yang biasa diterima manusia. Level antibodi yang diproduksi bertahan tinggi selama 1 tahun, membuktikan bahwa cara ini bisa menjadi terapi jangka panjang.

Beberapa kalangan khawatir dengan usulan Baltimore. Pertama, hasil percobaan pada tikus tidak selalu bisa menjadi patokan sebab hasilnya bisa berbeda pada manusia. Kedua, sekali gen disisipkan sel otot maka proses tak bisa dibalikkan lagi. Ini bisa menjadi masalah jika ada akibat negatif. Meski demikian, Baltimore tetap akan melanjutkan penelitiannya, termasuk menjanjaki kemungkinan mengujicoba pada manusia.
»»  Read More

Tuesday, November 29, 2011

Titan Lebih Layak Huni Dibanding Mars

Titan Lebih Layak Huni Dibanding Mars 
Selama ini, banyak orang berpikir bahwa Mars adalah planet yang paling layak dihuni setelah Bumi. Bisa dipahami memang, sebab Mars adalah planet yang paling sering digembar-gemborkan memiliki potensi untuk mendukung kehidupan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa ada tempat lain yang lebih mirip Bumi sehingga bisa dikatakan lebih layak huni.

Dr Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University dalam publikasinya di jurnal Astrobiologi menyatakan, dalam pemeringkatan bahwa Titan, bulan Planet Saturnus, adalah benda langit paling layak huni, mengalahkan planet merah, Mars.

Dalam Indeks Daya Dukung Kehidupan Planet yang dikembangkan, seperti diuraikan BBC, Rabu (23/11/2011), Titan meraih skor tertinggi. Bumi memiliki indeks 1. Sementara Titan adalah 0,64, diikuti Mars (0,59), disusul Europa yang merupakan bulan Jupiter (0,47). Dua eksoplanet yang dinyatakan layak huni adalah Gliese 581 g (0,49) dan Gliese 581d (0,43).

Indeks Daya Dukung Kehidupan Planet itu dikembangkan berdasarkan beberapa kriteria. Beberapa di antaranya adalah keberadaan batuan, air, energi, material organik, dan jarak planet dari bintangnya. Titan punya potensi layak huni sebab terbukti memiliki air dan energi.

Penelitian planet layak huni belakangan ini maju pesat, salah satunya dengan sumbangan teleskop antariksa Kepler yang berhasil menemukan lebih dari 1.000 kandidat planet layak huni. Teleskop di masa depan diperkirakan bisa mendeteksi biomarker, seperti cahaya atau pigmen klorofil yang ada pada tumbuhan.

Selain menyusun pemeringkatan planet layak huni, Schulze-Makuch juga menyusun Indeks Kemiripan Bumi untuk mengetahui planet dan bulan yang kondisinya paling mirip dengan Bumi. Hasilnya juga menyatakan bahwa Mars bukanlah yang pertama.

Gliese 581g adalah planet yang paling mirip Bumi, dengan skor 0,89 sementara Gliese 581d punya skor 0,74. Mars sendiri punya skor 0,7 dan Merkurius 0,6. Indeks Kemiripan Bumi dikembangkan dengan melihat ukuran planet, densitas, dan jarak dari bintang induk.

Gliese 581g dan Gliuese 581d adalah planet yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581. Meski layak huni dan mirip Bumi, mencapai kedua planet itu terbilang sulit karena jaraknya yang sangat jauh. Gliese 581g berjarak 198 miliar kilometer.
»»  Read More

Sunday, November 27, 2011

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan
Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.

Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress, Kamis (24/11/2011).

"Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus 'terlarut' dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi," tambah Chen.

Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.

Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.

Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.

Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.

Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.
»»  Read More

Tuesday, November 22, 2011

Laporan Praktikum Fisika Pengukuran Berat Jenis Zat Padat

Laporan Praktikum Fisika Pengukuran Berat Jenis Zat Padat
Tujuan
Menentukan Berat Jenis Zat padat
Dasar Teori
Massa jenis atau berat jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air)
Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m )
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan suatu zat berapapun massanya, berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.

Dengan :
adalah massa jenis
m adalah massa
V adalah volume
Satuan massa jenis dalam “CGS (centi-gram-sekon)” adalah: garam per centimeter kubik ( )
1 g/cm = 1000 kg/m
Massa jenis air murni adalah 1g/cm atau sama dengan 1000 kg/m
Bobot jenis merupakan suatu jenis karakteristik, yang digunakan dalam pengujian identitas dan kemurnian bahan obat dan bahan pembantu khususnya sifat cairandan zat yang berjenis malam.
Penentuan berat jenis dilakukan dengan piknometer, aerometer, timbangan hidrostatik (timbangan Mohr-Westphal) dan cara manometrik.
Penggunaan Berat Jenis
Berat jenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan suatu zat antara lain :
• Menentukan kemurnian suatu zat
• Mengenal keadaan zat
• Menunjukkan kepekaan larutan
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung, massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2 menghitung massa jenis, atau yang dinamakan “Massa Jenis Relatif”
Rumus massa jenis relatif = massa bahan / massa air yang volumenya sama.
Dalam beberapa kasus, massa jenis dinyatakan sebagai specific gravity atau massa jenis relatif. Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa za, seperti air dan udara.
Zat cair memiliki sifat-sifat yang unik berbeda dengan jenis zat yang lain. Dibawah ini merupakan penjelasan dasar mengenai hukum archimedes pada pelajaran fisika.
Bunyi Hukum Archimedes
Benda yang dicelupkan atau dimasukkan sebagian ataupun seluruhnya kedalam suatu cairan akan mendapatkan gaya keatas sebesar zat cair yang didesak oleh benda yang dicelupkan atau dimasukkan tadi
Air termasuk salah satu zat cair. Beberapa benda padat, jika dimasukkan ke dalam air akan mengalami peristiwa yang berbeda-beda, diantaranya :
1. Tenggelam
Benda dikatakan tenggelam jika benda tersebut turun sampai ke dasar air karena berat jenis benda lebih besar dari berat jenis air. Misalnya : batu,besi dan tanah
2. Terapung
Benda dikatakan terapung jika benda itu berada di atas permukaan air karena berat jenis benda lebih kecil daripada berat jenis air. Contohnya : gabus, tutup botol, kayu dan kapal laut.

3. Melayang

Laporan Praktikum Fisika Pengukuran Berat Jenis Zat Padat Ditulis Hanya Sebagai Referensi Dasar Teorinya...


Untuk Selengkapnya Bisa Anda Lihat Disini
»»  Read More

Sunday, November 20, 2011

Laporan Praktikum Fisika (K.I.3) Pengukuran Kesetaraan Kalor Listrik


Laporan Praktikum Fisika (K.I.3) Pengukuran Kesetaraan Kalor Listrik
Tujuan
Memperagakan Adanya Hubungan Tenaga Listrik Dengan Tenaga Panas
Menentuan Angka Kesetaraan Joule Dengan Kalori

Dasar Teori Pengukuran Kesetaraan kalor Listrik
Kalor biasa disebut termal, bahang atau panas. Kalor bukanlah zat oleh sebab itu tidak dapat ditimbang massa kalornya. Jika kalor bukan zat, seharusnya kalor tidak dapat mengalir. Bila 2 posisi berbeda pada sebuah benda yang terdapat beda suhu maka terjadilah perpindahan (aliran) kalor dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Jadi meskipun kalor bukan zat tetapi pada beragam persoalan lebih mudah diterangkan bila kalor dianggap sebagai zat. Kalor mengalir bukan dari tempat yang menyimpan kalor banyak ke tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Suatu benda bersuhu semakin tinggi maka akan memiliki kandungan kalor yang semakin besar. Suhu benda lebih tinggi berarti tenaga gerak atom atau molekul dari benda itu lebih besar. Tenaga gerak itu dapat terdiri tenaga gerak: translasi, rotasi atau vibrasi (getaran). Hal ini berarti bila suhu rendah maka tenaga gerak atom atau molakul penyusunnya juga rendah, begitu pula sebaliknya (Jati, 2007: 275-276).
Kalor jenis secara fisis berarti jumlah energi yang dibutuhkan tiap suatu satuan massa zat agar temperaturnya berubah. Dengan kata lain jumlah kalor Q yang dibutuhkan satu benda dengan benda lain berbeda satu sama lain.
Karena perubahan C sangat kecil, maka seringkali dianggap konstan dan kalor dirumuskan:



Tabel di atas diperoleh pada kondisi tekanan tetap 1 atm dan temperatur ruang, maka seringkali C ditulis lebih lengkap sebagai Cp, yaitu kalor jenis zat pada tekanantetap. Ada juga yang disebut kalor jenis zat pada volume tetap Cu. Nilai DT disini merupakan selisih positif dari perubahan temperatur dalam celcius, namun nilainya setara dengan selisih temperatur dala kelvin.
Kalor jenis dikenal juga kapasitas kalor. Pada prinsipnya tidak ada perbedaan makna fisis yang signifikan pada kedua besaran ini (c dan C). C(kapasitas kalor) digunakan untuk keperluan praktis mengingat pada umumnya digunakan massa zat tidak persis 1 gram sehingga perlu definisi lain yang melibatkan langsung faktor massa yang terlibat, sehingga:

C=m.c

Sehingga C berarti mewakili seluruh massa zat yang terlibat pada pertukaran kalor (Ishaq, 2007: 238-240).
Kalorimeter sesungguhnya ”hanyalah” sebuah wadah di mana pencampuran dua zat atau lebih dapat berlangsung pada keadaan yang mendekati keadaan ideal, yaitu keadaan yang tidak memungkinkan zat lain (atau lingkungannya) berinteraksi ke dalam sistem pencampuran tersebut, sehingga menjamin pertukaran kalor mendekati sempurna, dimana kalor yang dilepas seluruhnya (atau mendekati 100%) bisa diserap oelh benda yang temperaturnya lebih rendah. Hal ini agar Azas Black dapat digunakan dalam perhitungannya nanti.
Agar menjamin kondisi ideal, dimana lingkungan (udara) tidak berinteraksi ke dalam sistem diperlukan suatu isolator temperatur supaya kalor sistem tidak keluar, demikian juga kalor yang mungkin ada di luar sistem tidak masuk ke dalam. Selain itu temperatur yang ada di dalam sistem harus bisa teramati dengan baik.
Isolator berbentuk silinder yang biasanya terbuat dari logam berfungsi supaya udara luar tidak mempengaruhi campuran zat (sistem) dalam ruang pencampuran, sehingga kalor di dalam sistem dapat dianggap konstan. Begitu pula fungsi dari gabus isolator dan penutup plastik. Dengan cara seperti ini dapat diharapkan untuk waktu yang relatif singkat tidak ada kalor yang masuk atau kaluar sistem (wadah/ruang pencampuran). termometer pada kalorimeter digunakan untuk mengamati perubahan temperatur selama proses serah terima kalor antar zat berlangsung dalam ruang/wadah pencampuran. Pengaduk berfungsi untuk meratakan temperatur sistem. Dengan memanfaatkan Azas Black kalor jenis kalorimeter dapat dihitung (Ishaq, 2007: 244).

Energi ada bermacam-macam menurut bentuknya, yaitu energi mekanik, eneri kalor, energi listrik, energi kimia, energi nuklir dan sebagainya. Energi dapat berubah atau diubah dari suatu bentuk ke bentuk lain.
Energi listrik dinyatakan dengan ’joule’ maka pengukuran tersebut dapat dikatakan sebagai pengukuran angka kesetaraan kalor mekanik. Angka kesetaraan kalor mekanik adalah bilangan yang menyatakan besarnya energi mekanik yang setara dengan satu satuan energi kalor.

Jika W menyatakan besarnya energi mekanik yang dipakai dan Q menyatakan besarnya energi kalor yang timbul, maka kesetaraan kalor mekanik:



Jika di dalam suatu kawat pemanas dialirkan arus listrik I dengan benda potensial V selama waktu t, maka besar energi listrik:

W=V.I.t (Joule)
Energi lisrik tersebut berubah menjadi kalor, dan diterima oleh kalorimeter yang berisi air dengan massa m sehingga mengakibatkan kenaikan suhu tm menjadi ta.
Besar kalor tersebut:
Q= (m+H) (ta-tm) (kalori)
H+harga air kalorimeter

Besar angka kesetaraan kalor mekanik:


Selengkapnya 
»»  Read More
 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy