Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Telanjangi Aktivis Perempuan, Militer Didemo

Telanjangi Aktivis Perempuan, Militer Didemo

Sekitar 10.000 perempuan turun ke jalanan Kota Kairo, Mesir, Selasa 20 Desember 2011. Kemarahan terlihat di wajah mereka, yang mengepalkan tangan, memprotes kekejaman militer terhadap para demonstran di Lapangan Tahrir. Khususnya pendemo dari kaum hawa.

Seorang demonstran membentangkan koran yang memuat foto adegan kekerasan: tiga militer berpakaian hitam, lengkap dengan helm sedang menyeret seorang demonstran perempuan. Dengan kasar mereka menjambak dan menarik baju demonstran itu sampai terlepas. Satu tentara yang lain bahkan dengan kurang ajar menginjak korban.

Itu adalah demonstrasi perempuan terbesar dalam sejarah Mesir, juga paling signifikan -- sejak aksi tahun 1919 yang dipimpin feminis Mesir, Huda Shaarawi untuk memprotes pendudukan Inggris.

Gemanya pun sampai melintasi benua. Menteri Luar Negeri AS Hillary ikut mendukung aksi itu, sekaligus mengutuk aksi yang menurutnya mencoreng nama Mesir: di mana aparat keamanan dan kaum ekstrimis sengaja mengincar kaum perempuan.

Kegeraman Hillary direspon dengan pernyataan pejabat Mesir. "Penyiksaan tentara terhadap perempuan tidak bisa dianggap remeh," kata Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr, seperti dimuat Al-Jazeera pada 21 Desember 2011. Amr mengeluarkan pernyataan ini untuk merespon pernyataan Clinton yang dikeluarkan sehari sebelumnya.

Secara terpisah, para aktivis perempuan mengatakan, aksi digelar dengan tujuan mengakhiri kekerasan terhadap wanita. Mereka juga menuntut agar kekerasan terhadap pemrotes pada umumnya juga diakhiri.

"Alasan kami protes adalah gambar dan video tentang sebuah insiden yang dipublikasikan di seluruh dunia, di mana Dewan Militer tak ragu menginjak-injak dan menelanjangi para perempuan Mesir, bahkan tak segan memukuli mereka," kata Islama Thabet, seorang demonstran.

Insiden yang dimaksud Thabet adalah saat seorang demonstran perempuan yang dipukuli hingga bajunya terbuka. Menurut Thabet juga, satu-satunya hal yang dipedulikan pemerintah Mesir saat ini hanyalah masalah kekuasaan.

Demonstrasi besar-besaran ini terjadi beberapa jam setelah militer Mesir bentrok dengan para demonstran di Kairo. Sejak Jumat pekan lalu, 14 orang tewas dan lebih dari 900 terluka.
»»  Read More

Tuesday, December 20, 2011

Paman Jang, Kekuatan di Belakang Kim Jong-un

Paman Jang, Kekuatan di Belakang Kim Jong-un - Jang Song-taek digambarkan sejumlah pengamat sebagai kekuatan di balik takhta di Korea Utara setelah kematian "Pemimpin Tercinta" Kim Jong-il.

Namun siapakah Jang Song-taek? dan mengapa ia tampak punya pengaruh lebih di "Kerajaan Pertapa" itu ketimbang Kim Jong-un, putra Kim Jong-il yang masih 27 tahun dan penerus dinastinya itu?

Menurut para pengamat, Kim Jong-un, yang dijuluki sebagai "Penerus yang Agung" oleh media Korea Utara, telah dipersiapkan untuk mengambil alih Korea Utara, tetapi dipandang sebagai terlalu muda, belum teruji, dan belum siap untuk melangkah ke panggung besar sendirian. "(Kim) berusia 28 tahun pada 8 Januari, dan meskipun dia menyandang gelar jenderal, Korea adalah masyarakat yang memerhatikan usia dan senioritas," kata Scott Snyder dari lembaga think tank Dewan Hubungan Luar Negeri AS. "Jadi, gagasan dari orang yang berusia 28 tahun yang juga komandan militer sulit bagi orang luar untuk memahami dan masih harus dilihat apakah itu pada kenyataan awet."

Jang berusia 65 tahun dan merupakan bagian dari lingkaran dalam Kim Jong-il. Sejumlah orang menggambarkan dia sebagai tangan kanan "Pemimpin Tercinta" itu. Sejumlah pengamat mengatakan, ia telah bertindak sebagai mentor bagi Kim muda sejak ayahnya menderita stroke pada 2008, dan mungkin telah bertindak sebagai caretaker.

Namun, menurut para pakar Korea Utara kepada MSNBC, hubungan Jang dengan dinasti Kim tidak seluruhnya positif atau mulus. Ia semula disingkirkan dari koridor kekuasaan ketika ia mencoba untuk menikahi adik Kim Jong-il, yaitu Kim Kyong-hee. Tahun 1972, dia menikahi Kim Kyong-hee dan kemudian menjadi Wakil Ketua Komisi Pertahanan Nasional atau orang nomor dua dalam jajaran komando di Korea Utara. Demikian lapor MSNBC.

Namun antara tahun 2003 dan 2006, ia tampaknya telah mengecewakan Kim Jong-il. Diduga, menurut MSNBC, yang mengutip situs militer GlobalSecurity.org, itu karena ia berusaha menghimpun kekuatan. Ia kembali hilang dari pandangan publik.

"Dalam satu hal, biografi (Jang) mengingatkan saya pada Deng Xiaoping," kata analis Marcus Noland kepada MSNBC. "Mereka terus menyingkirkannya ke pedesaan dan ia terus datang kembali."

Jang kembali tahun 2007. Ia, lapor harian Korea Selatan Chosun Ilbo, mengepalai pos pengamanan publik di Partai Buruh.

Akankah Jang mendukung atau menantang Kim menuju tampuk kekuasaan? "Ada potensi ketegangan antara Kim Jong-un dan Jang Song-taek yang dapat mengakibatkan salah satu atau keduanya memicu krisis untuk membuktikan kekuasaan pemerintah yang baru terhadap para pemimpin senior lainnya, meskipun dalam jangka pendek tidak mungkin ada perebutan internal yang akan diungkapkan secara terbuka," kata Brittany Damora, analis Asia untuk lembaga konsultan risiko AKE yang berbasis di London, kepada Reuters.

"Saya mengantisipasi peningkatan ketegangan dalam kebijakan luar negeri dan, kemudian di bawah permukaan, dengan kebijakan yang tetap cenderung tidak menentu, ada kemungkinan serangan militer dalam skala kecil terhadap Korea Selatan," tambahnya.

Pandangan Damora senada dengan pakar Korea Selatan, Jae Ryoo-kihl dari University of North Korean Studies. "Ketegangan akan timbul antara Jang dan Kim Jong-ul karena Kim tidak akan punya pilihan selain berbagi sejumlah kekuasaan dengan Jang," kata Profesor Ryoo kepada The Associated Press.

Tahun lalu, menurut kawat-kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, Kedutaan Besar AS di Seoul mengatakan, para ahli meragukan "Kim Jong-un akan mampu menggantikan ayahnya tanpa memicu ketidakstabilan di Utara. Ada yang berpendapat bahwa kurangnya pengalaman memimpin membuat dia tidak mungkin memenangkan dukungan dari elite yang berkuasa. Mereka sepakat adik ipar Kim Jong-il, yaitu Jang Song-taek, akan menjadi saingan kuat bagi Kim muda dan mungkin akan tergoda untuk menantang dia."

"Jang, meski tidak tampil mencolok pada konferensi partai tahun 2010 lalu, punya koneksi yang lebih luas dalam birokrasi Korea Utara," kata Snyder.

Jang juga mengantongi dukungan kuat di militer karena saudara-saudaranya, yaitu Jang Song-woo dan Jang Song-gil, memegang posisi penting di angkatan bersenjata. Demikian menurut peneliti Ryu Dong-Ryeol dari Institut Sains Polisi Korea Selatan kepada Chosun Ilbo, Juni lalu.

Kakak tertuanya, Jang Song-woo, menjadi Wakil Panglima dan Komandan Koprs Angkatan Darat Ketiga. Sementara itu, menurut Globalsecurity.org, adiknya, Jang Song-gil, seorang letnan jenderal dan komandan armada tank.

Dengan klaim Korea Utara bahwa negara itu punya armada tentara lima juta personel dan persenjataan nuklir dengan hulu ledak nuklir delapan buah, semua mata tertuju kepada Kim muda, apakah dia dapat tetap memegang kendali kekuasaan.

"Ada kekhawatiran nyata bahwa si pewaris, Kim Jong-un, tidak memiliki cukup waktu untuk membentuk aliansi yang diperlukan di negara itu demi mengonsolidasikan masa depannya sebagai pemimpin," kata analis Asia pada IHS Global Insight, Sarah McDowell, kepada Reuters.
»»  Read More

Sunday, December 18, 2011

Kim Jong-il Meninggal Dunia, Korut-Korsel Heboh

Kim Jong-il Meninggal Dunia, Korut-Korsel Heboh - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il meninggal dunia pada usia 69 tahun karena serangan jantung, kata media pemerintah mengumumkan Senin.

Kantor Berita resmi Korea Utara (KCNA) mengatakan, pemimpin Kim "meninggal dunia akibat ketegangan jiwa dan fisik yang besar" pada pukul 08.30 waktu setempat Sabtu, sementara berada di satu kereta yang menjadi 'petunjuk lapangan' dalam kunjungan-kunjungannya.

Pengumuman itu menyerukan kepada rakyat untuk mengikuti putra bungsu Kim dan pewarisnya Kim Jong-Un, yang kini berusia akhir 20-an. "Semua anggota partai, para petugas militer dan publik dengan setia harus mengikuti kepemimpinan sahabat Kim Jong-Un dan melindungi serta lebih memperkuat front persatuan partai, militer dan masyarakat," kata kantor berita dan seorang penyiar TV yang mengumumkan kabar duka itu sambil menangis.

KCNA mengatakan, Kim meninggal karena infark "miokard berat bersama dengan serangan jatung". Ini kata otopsi yang dilakukan Ahad.. Pemimpin Kim menderita stroke pada Agustus 2008 yang meninggalkan akibat gangguan gerakan di lengan dan kaki kiri.

Korea Utara mengumumkan masa berkabung nasional dari 17-29 Desember. Pemerintah Korea Selatan melanjutkan keadaan darurat setelah berita kejutan itu, kata Kantor Berita Korea Selatan Yonhap.

Berita itu menyebabkan segera digelarnya satu pertemuan Dewan Keamanan Nasional.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis tetap dalam perang sejak konflik tiga tahun Korea yang hanya diakhiri dengan gencatan senjata pada tahun 1953, bukan perjanjian perdamaian.
»»  Read More

Selama Buron, Nunun Dikawal Eks Marinir AS

Selama Buron, Nunun Dikawal Eks Marinir AS - Selama pelarian, hampir dua tahun lamanya, Nunun Nurbaetie menikmati kenyamanan, juga sejumlah fasilitas. Istri mantan Wakil Kepala Polri ini Adang Darajatun seperti diduga Komisi Pemberantasan Korupsi, dilindungi kekuatan besar.

KPK menduga kekuatan besar itu adalah jaringan bisnis tersangka kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom. "Kekuatan tertentu yang itu non-institusional," kata Busyro Muqqodas waktu itu.

Siapa sebenarnya sosok pelindung Nunun? Penelusuran Tempo, menemukan jaringan bisnis pelindung Nunun itu disebut berkewarganegaraan Amerika Serikat, juga seorang warga negara Thailand.

Sosok misterius dari Amerika itu, adalah Philip B. Christensen, seorang veteran marinir Amerika Serikat. "Mereka bergantian mengawal Nunun,” kata seorang sumber Tempo, seperti dilaporkan dalam laporan utama majalah itu, yang terbit, hari ini, Senin 19 Desember 2011.

Nama Philip, seperti dilansir dalam penelusuran Tempo di Laporan Utama Majalah bertajuk »Mafia di Balik Nunun”, juga terdeteksi sebagai penyewa rumah yang ditinggali Nunun di Jalan Nantawan 5, Komplek Aqua Divina Urbano,Bangkok. Di rumah 316 meter persegi dengan sewa 35 ribu baht – setara Rp 11 juta sebulan atau Rp 120 Juta setahun itulah, Nunun pada Rabu 7 Desember 2011 lalu dijemput polisi Thailand.

Sebulan sebelum Nunun dijemput polisi, Philip membawa Nunun ke rumah itu. Saat disergap, Philip sedang tidak mengawalnya.

Philip, pria plontos, kulit putih dan berbadan kekar ini terdeteksi dari data manifes sejumlah penerbangan yang dipantau aparat internasional. Sejak Mei lalu, Nunun dimasukkan dalam buron Interpol. Namanya selalu ada di sejumlah pesawat yang diduga menerbangkan Nunun.

Nunun menjadi buronan Interpol setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka pada Februari 2011 lalu. Nunun disangka menyogok untuk memenangkan Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia--dan akhirnya sukses. Ia diduga memberikan cek pelawat sebanyak 480 lembar senilai Rp 24 miliar ke seluruh politikus DPR di Senayan periode 1999-2004.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan 30 orang tersangka dari anggota DPR periode 1999-2004 dan sebagian besar telah divonis bersalah oleh pengadilan.

Sabtu 9 Desember 2011, Nunun dibawa pulang ke Jakarta setelah ditangkap di rumah yang disewa Philip. Dibawa dengan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 pada pukul 14.30 waktu di Bangkok. Kemudian tiba di Bandara Soerkarno-Hatta pada pukul 17.45 WIB. Sempat menghuni salah satu sel di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Nunun dilarikan ke rumah sakit ketika mau diperiksa KPK

Dia lalu dirawat di Ruangan Cendrawasih, Rumah Sakit Kramat Jati. Juru bicara KPK, Johan Budi SP., mengatakan, karena sakit, Nunun kemudian dibantarkan selama sepekan. "Perlu dirawat inap paling tidak sampai pekan depan. Kalau sampai pekan depan masih dirawat, ya kita bantarkan lagi," kata Johan, Jumat lalu.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan, pengusutan siapa »orang besar” yang melindungi Nunun Nurbaetie selama ini, tergantung kebijakan pimpinan KPK baru. "Apakah KPK akan menelusuri beking Nunun, itu tergantung pimpinan baru nantinya,” kata Johan lagi.

Adapun peneliti Indonesia Corruption Watch Donal Fariz menantang KPK mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk membongkar beking Nunun. "Marinir yang melindungi Nunun itu tentunya dibayar kelompok tertentu yang punya kepentingan dalam kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia," ujarnya. "Ini harus dikejar KPK."
»»  Read More

Friday, December 16, 2011

Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob

Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob
Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob
Sejumlah warga Desa Sritanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, mengaku diberondong aparat Brimob (polisi) dalam konflik lahan sawit dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo.

Pengakuan ini disampaikan sejumlah warga Sritanjung yang menjadi saksi dalam peristiwa berdarah bentrokan warga Tanjung Raya dengan aparat keamanan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), 10 November silam.

"Saya waktu itu naik motor dengan kawan mau ke pabrik. Lalu, dari jauh ada petugas. Tiba-tiba, petugas (polisi) itu menembaki kami tanpa sebab. Saya kaget dan langsung lari, kaki saya tertembak. Panik, sampai-sampai saya tidak tahu nasib kawan," ujar Herun Sandiadi (18), warga Kagungan Dalam, yang menjadi korban penembakan membabi buta aparat kepolisian, 10 November silam.

Dalam kejadian itu, satu warga, Zaelani, yang adalah tetangga Herun tewas tertembak di kepala. Enam lainnya, termasuk dia, luka-luka.

Dalam peristiwa ini, hampir semua warga menyaksikan beberapa anggota Brimob Kepolisian Negara RI menembaki warga dengan membabi buta memakai peluru karet dan peluru tajam.

"Tanpa ada peringatan sama sekali. Warga yang datang ke kantor untuk menanyakan nasib Hendri (warga) yang ditangkap aparat dan motornya dirusak tahu-tahu langsung ditembaki aparat. Bohong kalau di teve-teve bilang ada tembakan peringatan," tutur Minarni (47), warga lainnya, Jumat (16/12/2011) sore.

Menurut Saya ada 4 Solusi yang harus dilakukan pemerintah :
1.BUBARKAN Perusahaan asing itu lewat kemenhukham. 2. Bubarkan Brimob, krn pola pikir petingginya sampai bawahan sudah salah memandang rakyat, masyarakat, yg harus dilindungi, malah yg harus nyembah mereka.3.Tarik 75% senjata dari POLRI. 4.kalo gak ada yg tanggung jawab..,Negara bisa dianggap Fail..
»»  Read More

Curhat Bos KPK Soal Intervensi Politisi

Curhat Bos KPK Soal Intervensi Politisi
Curhat Bos KPK Soal Intervensi Politisi - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengelar jumpa pers di akhir masa jabatannya, Kamis 15 Desember 2011. Saat itulah, mereka mencurahkan beragam peristiwa yang terjadi di lembaga yang pernah mereka pimpin. Salah satunya, banyaknya upaya intervensi baik dari para politisi maupun dari pejabat pemerintah, dalam menangani suatu kasus korupsi.

"Intervensi itu ada, tapi kami tidak mau meladeni," kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto, Kamis malam, 15 Desember 2011. Bibit curhat bersama pemimpin KPK lainnya, M Jasin, Chandra M Hamzah dan Busyro Muqoddas.

Bibit berujar, intervensi itu diterimanya baik melalui telepon maupun pesan singkat yang datang dari berbagai orang dan kelompok. "Kalau kebetulan kelompoknya kena, ya sudah," kata Bibit.

Jasin juga mengatakan seringkali mendapat invernsi dari eksekutif maupun legislatif. "Intervensi itu tidak hanya diterima pimpinan (KPK), dibawah pimpinan juga," kata Jasin.

Adapun Chandra enggan berkomentar dengan adanya intervensi itu. Namun dia memberi isyarat bahwa dirinya juga pernah diintervensi. Namun mereka mengatakan tidak mau meladeni intervensi itu. "Kami tidak takut dengan intervensi," ujar Bibit.

Pemimpin KPK ini enggan membeberkan di kasus mana mereka pernah mendapat intervensi itu. Adapun kasus yang ditangani selama tahun ini sebanyak 76 kasus dalam tahap penyelidikan, 65 kasus pada tahap penyidikan dan 45 perkara di antaranya sudah pada tahap penuntutan.

Dari kasus itu, ada beberapa perkara yang melibatkan para politisi di antaranya kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin serta Wafid Muharam, anak buah Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng.

Ada juga kasus suap yang ada kaitannya dengan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Kawasan Transamigrasi pada 2011 yang menjerat dua anak buah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, bernama I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan.

Terakhir, KPK sedang mengusut kasus mafia anggaran di DPR. Komisi antikorupsi baru saja menetapkan anggota Badan Anggaran dari Partai Amanat Nasional, Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka.

Dari sekian banyak kasus yang bersentuhan dengan politisi dan pejabat pemerintah itu, KPK tidak menyebutkan satu di antaranya yang pernah mendapat intervensi ketika menanganinya. "Mengenai apa kasusnya, itu tidak usah disebut," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP.
»»  Read More
 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy