Showing posts with label Aneh. Show all posts
Showing posts with label Aneh. Show all posts

Thursday, January 12, 2012

CEWEK AMRIK MASTURBASI SAMPAI MATI

CEWEK AMRIK MASTURBASI SAMPAI MATI - Karena gairah sexnya sedang memuncak dan membuat hasrat tersebut menggebu-gebu sehingga harus terpuaskan segera, hidup Nicola Paginton berakhir dengan tragis. Oktober tahun lalu, cewek 30 tahun ini tewas mengenaskan di atas tempat tidur dengan sebuah vibrator sex dan laptop yang sedang menayangkan video porno. Baru-baru ini dikeluarkan hasil analisa medisnya oleh para penyidik yang meneliti kasus ini...

Hasil pemeriksaan di Glouchester menunjukkan Paginton meninggal akibat arritmia atau kondisi tidak stabilnya irama jantung yang diduga diakibatkan oleh dorongan sex yang dirasakannya. Ahli koroner Glouchestershire Alan Crickmore mengiyakan bahwa aktifitas yang dilakukan cewek 30 tahun ini sebelum kematiannya telah berdampak kepada terjadinya arritmia fatal.
Peristiwa naas ini terungkap setelah polisi ditelepon oleh Majikan Paginton, Sarah Griffith yang terpaksa harus mendatangi kediaman Paginton karena wanita itu tidak masukkerja sebagaimana biasanya. Saat tidak ada jawaban dari rumah pengasuh itu, Sarah minta bantuan dari tetangga sekitar Michelle Grant, dan mereka melihat dari balik tirai bahwa Paginton terbaring di ranjangnya dengan seekor kucing bertengger di atas dadanya.
"Setelah mereka menerobos masuk, mereka menemukan Paginton telah meninggal dunia. Ada laptop di pangkuannya, dan saat mereka mengangkat laptop serta menyingkap seprai ditemukan Paginton dalam keadaan tidak berbusana mulai dari pinggang ke bawah dan ada sebuah vibrator sex tergeletak di ranjangnya," lanjutnya.
Ahli Patologi Dr. Richard Jones dari Universitas Cardiff menjelaskan, "Tidak ada yang bisa dikatakan tentang alasan dia meninggal dunia dengan cara begini. Tapi saya menduga karena serangan jantung mendadak."
(Sumber: Kompas dan Metro)
»»  Read More

Thursday, January 5, 2012

Anak Dianiaya Polisi Justru Jadi Tersangka

Anak Dianiaya Polisi Justru Jadi Tersangka

Ironi penegakan hukum juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. Kali ini Fm, seorang bocah berusia 12 tahun di Medan, menjadi tersangka setelah dianiaya seorang petugas kepolisian dan keluarganya.

Meski tak ditahan, Fm dikenakan wajib lapor setiap dua minggu sekali. Akibatnya, sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Sektor Kota Patumbak, Medan, pada 23 Desember 2011 lalu, Fm lebih banyak mengurung diri di kediamannya di kawasan Jalan Seser, Medan Amplas.

Bocah kelas 2 sebuah madrasah tsanawiyah ini mengaku malu karena kerap diejek oleh teman sebayanya. Sejak saat ditetapkan tersangka, hingga kini Fm malas bila disuruh untuk bersekolah.

Penetapan Fm jadi tersangka berawal ketika dia terlibat perkelahian dengan RDP, teman sepermainannya, pada awal November 2011 lalu. Namun entah mengapa, orang tua RDP yang merupakan polisi berpangkat inspektur satu ikut menganiaya Fm. Ironisnya, aksi penganiayaan itu dilakukan di halaman kediaman sang oknum yang berada tepat di depan kediaman Fm.

Keluarga Fm sendiri langsung melaporkan aksi penganiayaan oleh Iptu Hj dan RDP itu ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Sebulan lebih berlalu, pengaduan yang lengkap dengan visum et repertum bekas luka penganiayaan yang dialami Fm itu tak ditanggapi polisi.

Malah, kemudian Fm ditetapkan tersangka. Rupanya, oknum Hj malah melaporkan balik Fm ke Polsekta Patumbak atas tuduhan penganiayaan atas RDP. Polsekta kemudian menetapkan Fm tersangka penganiayaan RDP.
Sangat Mengejutkan
Tentu saja penetapan Fm sebagai tersangka ini sangat mengejutkan pihak keluarga. Fm dijerat pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Walau tidak menjalani penahanan, namun Fm dikenakan wajib lapor setiap dua minggu sekali.

"Kami tak habis pikir, anak saya yang jadi korban penganiayaan, kok malah dijadikan tersangka," kata Ali Nur, ayah Fm, ketika ditemui di rumahnya, Kamis 5 Januari 2012.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penetapan Fm sebagai tersangka. Kapolsekta Patumbak Komisaris Sony Siregar enggan berkomentar dan langsung meninggalkan Mapolsek saat hendak dikomfirmasi.
»»  Read More

Saturday, December 31, 2011

Wow... Pantai Kenjeran Surabaya Berserakan Kondom

Wow... Pantai Kenjeran Surabaya Berserakan Kondom
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerima laporan terkait banyaknya kondom berserakan di sekitar Pantai Kenjeran. Hal itu terjadi setiap usai pergantian tahun.

"Kami dapat laporan dari masyarakat bahwa setiap usai perayaan tahun baru di sekitar Pantai Kenjeran banyak sekali kondom yang berserakan," kata Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Bukhori kepada okezone ditemui di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (30/12/2011).

Menurutnya, hal ini menandakan pergantian tahun dirayakan dengan banyak maksiat. MUI sangat disayangkan pergantian tahun diisi dengan kegiatan tidak bermanfaat.

“Pergantian tahun alangkah lebih baik diisi dengan refleksi, berdoa, dan diskusi-diskusi akhir tahun. Budaya untuk menggeber kendaraan di jalan tentunya akan berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan," katanya.

Selain menyorot Pantai Kenjeran, Abdussomad juga tidak sepakat dengan konsep pembangunan Taman Bungkul. Dengan konsep seperti saat ini, Taman Bungkul justru membuat marak kegiatan maksiat. Padahal di tempat itu ada makam ulama Sunan Bungkul.

"Tahun baru di tempat itu biasanya sangat ramai. Seharusnya Taman Bungkul dibangun perpustakaan sehingga membuat masyarakat lebih cerdas, jangan seperti konsep saat ini yang banyak kegiatan maksiat," tukasnya.
»»  Read More

Friday, December 30, 2011

Wow, Ada Raksasa di Pemakaman Kim Jong Il

Wow, Ada Raksasa di Pemakaman Kim Jong Il - Korea Utara (Korut) tampaknya memiliki pasukan yakni seorang pria tinggi 243 sentimeter. Pria itu berdiri di tengah-tengah pasukan Korut saat pemakaman Kim Jong Il.
Prajurit raksasa itu tampak berdiri di barisan belakang pasukan Korut. Foto tersebut merupakan hasil karya media Korut KCNA.

Beberapa pihak menilai, sosok raksasa itu adalah atlet basket Korut Ri Myung Hun, yang sering disebut dengan nama Michael Ri. Ri sempat bergabung dengan liga basket yang paling bergengsi di dunia, National Basket Association (NBA). Namun dirinya memutuskan untuk menetap di Korut. Ri juga sempat dinobatkan sebagai pria tertinggi di dunia. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (31/12/2011).

Beberapa pihak sempat mengklaim, rasa berkabung warga Korut palsu. Kantor Berita Jepang Kyodo, bahkan mengaku, memiliki foto prosesi pemakaman Kim yang serupa namun tidak sama dengan yang dirilis oleh KCNA.

Meski demikian, foto raksasa yang muncul di barisan pasukan Korut tampaknya tidak mengandung unsur rekayasa. Prajurit raksasa itu juga difoto dari berbagai sudut.

Identitas dari prajurit raksasa itu juga kian menjadi misteri. Banyak pihak yang saat ini mulai mempertanyakan identitas raksasa Korut itu.
»»  Read More

Selingkuh Selama 71 Tahun, Nenek di Italia Diceraikan Kakek

Selingkuh Selama 71 Tahun, Nenek di Italia Diceraikan Kakek - Selama-lamanya bangkai dikubur pasti akan tercium juga. Mungkin pepeatah itulah yang pas menggambarkan bahtera rumah tangga seorang kakek dan nenek di Italia ini.

Bagaimana tidak, setelah menikah puluhan tahun lamanya mengarungi bahtera rumah tangga, kedua pasangan ini harus mengakhiri kehidupannya masing-masing dengan perpisahan alias perceraian.

Pangkalnya adalah ditemukannya surat-surat yang membuktikan bahwa sang istri megkhianati suaminya. Dalam surat itu terlihat bahwa sang istri telah berselingkuh sejak 1940. Sang Suami terindentifikasi bernama Anonio C yang berumur 99 tahun. Sedangkan sang istri bernama Rosa C (96 tahun).

Kisah perceraian itu terkuak saat sidang di pengadilan Roma, Italia, seperti dilaporkan The Daily Telegraph, Jumat (30/12). Dalam sidang tersebut, Rosa mengakui perbuatannya selama ini. Ia juga memohon maaf dan meminta diberikan kesempatan untuk memperbaiki atas semua kesalahan yang diperbuatnya selama ini.

Namun, sang suami, karena sudah kadung kecewa, tidak menerima permintaan maaf sang istri dan tetap menceraikannya. Penemuan surat-surat tersebut terjadi sehari sebelum natal di laci lemari mereka.

Selama menikah, pasangan ini telah memiliki lima anak, 12 cucu dan seorang buyut. Pasangan tertua yang bercerai sebelumnya adalah Bertie dan Jessie Wood asal Inggris.
»»  Read More

Thursday, December 29, 2011

Rasa Berkabung Warga Korut Palsu!

Rasa Berkabung Warga Korut Palsu! - Kematian pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Il mengundang rasa kehilangan histeris dari warganya, tetapi banyak pihak meragukan kesungguhan dari rakyat Korut.

Kantor Berita Jepang Kyodo mengaku, memiliki bukti bahwa ratapan dari warga Korut yang palsu saat iring-iringan jenazah Kim Jong-Il melewati mereka. Kyodo mengaku memiliki dua foto yang serupa tak sama dari tampak histeris warga.

Saat ratusan ribu warga memenuhi alun-alun Kim Il-Sung, kedua foto itu memang menunjukan iringan jenazah yang lewat. Tetapi yang menggelitiki Kyodo adalah sekelompok pria yang ada di foto pertama, yang jelas menunjukan adanya sekelompok orang yang kamera video beserta tripod penyanggah.

Tetapi di foto kedua, yang dirilis oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA), menunjukan iringan jenazah yang sama tetapi minus sekelompok orang yang menggunakan kamera video.

Alasan penghapusan dari sekelompok orang itu hingga kini tidak diketahui. Meskipun foto yang sudah direkayasa tersebut jelas sekali lebih bagus dibandingkan foto aslinya.

Kantor berita Inggris Reuters yang menerima foto dari KCNA meyakini, bahwa foto yang tidak menyertai sekelompok orang dengan kamera video, memang sudah direkayasa oleh KCNA. Reuters sendiri selama ini menerima foto ekslusif dari KCNA selama proses pemakaman dari Kim Jong-Il.

"Foto pertama yang dirilis Kyodo menunjukan sekelompok pria (dengan kamera video) nampak jelas terlihat. Sementara di foto lain yang dikirim langsung ke Reuters oleh KCNA, tanpa menyertakan sekelompok pria itu. Reuters yakin bahwa foto kedua sudah direkayasa oleh KCNA," pernyataan Reuters seperti dikutip Telegraph, Kamis (29/12/2011).

Dengan beredarnya foto palsu tersebut, kemungkinan besar ratapan dari warga Korut atas wafatnya Kim Jong-Il memang sudah direncanakan. Bisa jadi hanya sedikit warga Korut merasa kehilangan atas Kim Jong-Il yang wafat 17 Desember lalu.
»»  Read More

Monday, December 26, 2011

Sandal Jepit Butut Seret Siswa SMK ke Meja Hijau

Sandal Jepit Butut Seret Siswa SMK ke Meja Hijau - AAL (15), siswa SMK Negeri 3 Kota Palu, Sulawesi Tengah, tak pernah menyangka bahwa sepasang sandal jepit butut warna putih kusam yang ditemukannya di pinggir jalan di Jalan Zebra, Kota Palu, akan menyeretnya ke meja hijau. Adalah Briptu Anwar Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah, yang mengaku sebagai pemilik sandal butut merek Ando itu, yang memperkarakan kasus ini hingga ke pengadilan.

Sidang perdana kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Palu, Selasa (20/12), dipimpin hakim tunggal Rommel F Tampubolon dengan jaksa penuntut umum Naseh. Setidaknya ada 15 pengacara yang mendampingi AAL, di antaranya Syahrir Zakaria, Elvis DJ Katuwu, dan Johannes Budiman Napat. Untuk PN Palu, inilah sidang pertama dengan kasus sandal jepit. Jaksa mendakwa AAL dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasus sandal butut ini bermula pada November 2010, saat AAL, yang ketika itu masih berusia 14 tahun, dan dua temannya pulang dari sekolah di SMPN 9 Palu. Sehari-hari, AAL dan teman-temannya melewati rumah kos di Jalan Zebra IA, di mana Briptu Rusdi menyewa salah satu kamar. Rumah orangtua AAL di Jalan Kijang II Utara, terpaut sekitar 200 meter dengan rumah kos yang ditempati Briptu Rusdi.

Saat itu, AAL melihat sepasang sandal jepit di pinggir jalan, tetapi bukan di depan kamar Rusdi dan juga bukan di dalam pagar. Setidaknya, gambaran ini tampak saat wartawan meminta AAL menunjukkan tempat penemuan sandal. Lokasi penemuan sandal dengan kamar Rusdi terpaut jarak sekitar 25 meter.

Setelah penemuan sandal itu, AAL kembali ke aktivitasnya sehari-hari, dan sudah lupa soal sandal itu. Hingga 27 Mei 2011 sekitar pukul 19.00 Wita, dia dan dua temannya kembali melewati jalan depan rumah kos Rusdi.

”Kira-kira sudah 15 meter melewati rumahnya pak polisi itu, torang dipanggil. Dia tanya soal sandalnya merek Eiger yang katanya hilang, lalu kami jawab tidak tahu,” tutur AAL.

Menurut AAL, walau tak mengaku, Rusdi tetap mencecar pertanyaan soal sandal itu, bahkan disertai pemukulan. Tak puas hanya mendapat jawaban tidak tahu, Rusdi menelepon temannya di Polda, yakni Simson dan Zul, dan meminta mereka datang dan ikut mencecar pertanyaan.

”Karena terdesak dan merasa tidak kuat dipukul, saya akhirnya bilang pernah dapat sandal Ando di pinggir jalan,” kata AAL.

Singkat cerita, AAL diminta mengambil sandal Ando tersebut di rumahnya sekaligus melapor kepada kedua orangtuanya. Tentu saja pasangan Ebert Nicolas Lagaronda dan Rosmin Landegawa, orangtua AAL, panik saat anaknya yang tidak biasanya pulang tengah malam tiba-tiba datang diantar polisi dengan tuduhan mencuri.

”Karena anak saya mau dibawa ke kantor polisi, dan saya sudah panik, saya bilang, mau anak saya yang ambil atau bukan, saya tetap akan mengganti sandal yang mereka cari. Saat itu, saya diminta mengganti tiga pasang sandal Eiger seharga Rp 85.000 per pasang. Saat mau pulang, saya tanya, bagaimana dengan sandal Ando itu. Dijawab Rusdi, itu bukan miliknya, tetapi dia minta tetap disimpan dengan alasan akan dicari siapa pemiliknya,” kata Ebert.

Janggal

Untuk malam itu, persoalan usai, dengan perjanjian Ebert akan membawa tiga pasang sandal keesokan harinya. Namun, saat tiba di rumah, barulah Ebert dan Rosmin melihat bahwa kaki anaknya berdarah dan sebagian tubuhnya lebam. Saat itulah AAL baru mengaku bahwa dia dipukuli. Niat damai untuk mengganti sandal yang belum jelas dicuri anaknya atau bukan seketika berubah. Esok hari, Ebert—pegawai Kesbang Linmas Provinsi Sulteng—tak membeli sandal, tetapi membawa anaknya untuk divisum dan selanjutnya melapor ke Propam Polda Sulteng.

Mengetahui Ebert melapor ke Propam, Rusdi sempat meminta laporan itu dicabut. Namun, Ebert mempertahankan sikap. Diduga, laporan itu yang membuat Rusdi membawa kasus ini ke meja hijau. Dia sudah menjalani beberapa kali sidang untuk kasus penganiayaan anak di bawah umur yang salah satu sidangnya menghadirkan Ebert dan AAL sebagai saksi. Hingga kini, belum ada putusan untuk kasus ini.

Dalam fakta persidangan, ada beberapa kejanggalan soal sandal jepit yang menyeret AAL ke meja hijau. Kendati pada awalnya mencari sandal merek Eiger yang hilang dan meminta diganti dengan sandal bermerek sama, bernomor 43, toh yang jadi barang bukti di pengadilan adalah sandal merek Ando bernomor 9,5. Tak ada satu pun saksi yang melihat langsung apakah sandal merek Ando itu memang diambil AAL di depan kamar Rusdi.

Dalam sidang, saat hakim Rommel F Tampubolon dan sejumlah pengacara AAL bertanya, bagaimana Rusdi yakin itu sandal miliknya, Rusdi menjawab, ”Saya ada kontak batin saat melihat sandal itu.” Saat hakim meminta mencoba, tampak jelas sandal Ando itu kekecilan untuk kaki Rusdi yang besar.

”Kami sangat prihatin dengan kasus ini. Kami sedih mengapa kasus sandal jepit yang harganya tidak seberapa dan melibatkan anak di bawah umur yang belum tentu bersalah harus sampai ke pengadilan. Kami juga akan memperkarakan ke pengadilan umum soal penganiayaan yang dialami klien kami,” kata Syahrir Zakaria, salah seorang pengacara AAL.
»»  Read More

Polisi: Mahasiswi Cantik Itu Tahu Pacarnya Memerkosa!

Polisi: Mahasiswi Cantik Itu Tahu Pacarnya Memerkosa! - Salah seorang tersangka kasus perampokan dan pemerkosaan seorang tukang sayur bernama RS (35), yakni AI atau YN (18), mengaku di hadapan penyidik tidak mengetahui peristiwa itu kendati berada di dalam angkot tersebut saat teman-temannya beraksi. AI, yang merupakan mahasiswi dan kekasih tersangka utama YBR, yang berperan memerkosa RS, mengaku tertidur ketika itu.

Namun, fakta lain justru terungkap saat penyidik mendalami kasus ini. Kepolisian meyakini, saat sang kekasih, YBR, memerkosa RS, AI mengetahui peristiwa itu.

"Dia tahu perkosaan itu. Dia tahu, ini yang saat ini kami dalami, apakah saat itu terjadi, dia mengeluarkan suara-suara yang memprovokasi pelaku memerkosa, atau dia diam saja," kata Kepala Polisi Resor Depok Kombes Mulyadi Kaharni, Senin (26/12/2011) di Mapolres Kota Depok.

Mulyadi menuturkan, berdasarkan pengakuan AI, ia tidak tahu bahwa pelaku akan merampok atau memerkosa RS. Ia ikut menaiki mikrolet bersama kekasihnya lantaran dijanjikan akan diantar pulang bertemu kakeknya.

"Pengakuan dia diajak ke rumah kakeknya untuk diantar pulang ke rumah. Tapi, enggak tahu kalau kendaraannya dipakai untuk kejahatan," ungkap Mulyadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, AI dan YBR diketahui baru dua bulan ini berpacaran. Sementara itu, dua pelaku lain, yakni MSD, yang masih buron, dan DR, merupakan teman satu komplotan YBR saat merampok korban-korban lain di dalam angkot sejak 2009. AI tidak turut serta dalam aksi kejahatan YBR sebelumnya.

"Dia hanya ikut kali ini saja," papar Mulyadi.

Polisi, lanjutnya, akan mendalami motif AI tidak langsung melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian. Pasalnya, tidak ada ancaman yang diterima AI dari kekasihnya. Lebih dari itu, AI bahkan akhirnya kabur bersama YBR dan diberikan fasilitas tempat tinggal selama pelariannya.

"Itu dia, dia tidak diancam. Bahkan, dia kabur bersama, dan difasilitasi tempat tinggal. Motif kenapa dia tidak langsung melapor, ini yang harus didalami," ujar Mulyadi.

Diberitakan sebelumnya, polisi sudah menahan tiga pelaku kasus perampokan dan pemerkosaan RS pada 14 Desember lalu di dalam mikrolet M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi. Ketiga pelaku itu adalah YBR alias R, DR alias D, dan seorang perempuan yang merupakan kekasih YBR, yakni AI (18). Sementara itu, satu pelaku lagi, MSD, masih dalam pengejaran polisi.

Semua pelaku dianggap bertanggung jawab telah melakukan kejahatan pidana terhadap RS. RS, yang berprofesi sebagai tukang sayur, menaiki mikrolet M-26 pada tanggal 14 Desember lalu. Mikrolet tersebut sedianya akan mengantar RS yang hendak berbelanja sayuran ke Pasar Kemiri Muka, Depok.

Namun, naas, di tengah jalan RS justru dilecehkan secara seksual. RS diperkosa, dirampok, lalu dibuang di tengah jalan oleh para pelaku.
»»  Read More

Friday, December 23, 2011

Kapten Terbaik Milan Junior Tournament Kini Urus Domba

Kapten Terbaik Milan Junior Tournament Kini Urus Domba
“Tanyakan kepada mereka, apa harapan dan cita-cita. Mau menjadi pesepakbola atau memilih karier lainnya. Bisa berhasil sebagai pemain bola, sekolah, atau profesi lainnya” itulah pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Andi Mallarangeng, saat menerima sejumlah anak-anak muda berbakat negeri ini, beberapa waktu lalu.

Eriyanto adalah salah satu dari anak-anak berbakat itu. Tak banyak yang mengenal nama remaja satu ini, dan itu sangatlah wajar, karena dia hanyalah seorang anak kampung yang sangat sederhana yang berasal dari Desa Nagrak Utara, Sukabumi. Namun tentu ada yang istimewa, jika ia dan sejumlah anak muda lainnya diterima oleh orang nomor satu Indonesia.

“Nama saya Eriyanto, umur saya 14 tahun. Setelah SMP saya putus sekolah dan berasal dari keluarga tidak mampu,” kata Eri, yang kemudian disusul rekan-rekannya, saat SBY meminta anak-anak muda itu memperkenalkan diri.

Cerita itu terjadi tahun lalu di bulan Oktober 2010, mereka yang diterima Presiden SBY adalah 17 bibit-bibit muda potensial asal Indonesia yang tergabung dalam The All Star Team Milan Junior Camp yang tahun lalu menjadi juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia.

Atas prestasi tersebut, Bendera Merah Putih berkibar di Stadion San Siro, Italia. Bukan gelar juara saja yang berhasil diraih. Dua remaja potensial Indonesia terpilih menjadi yang terbaik. Putra asal Bali, I Putu Angga Eka Putra terpilih sebagai pemain terbaik, dan Eriyanto asal Sukabumi, terpilih sebagai kapten terbaik.

Pemilihan pemain dan kapten terbaik bukan sekadar pemanis seremonial. Menurut pelatih The All Star Team Milan Junior Camp Indonesia, Yeyen Tumena, yang menilai mereka adalah mantan pemain Milan, misalnya Franco Baresi dan Paolo Maldini.

Satu tahun kemudian, di penghujung 2011, perjalanan hidup Eriyanto, sang kapten terbaik pilihan para legenda AC Milan, masih berada di luar jalur yang tidak sesuai cita-citanya. Cahaya Eriyanto (16 tahun) yang dulu menjadi kapten terbaik Milan Junior Camp Day Tournament 2010 kini kian redup, gara-gara urusan administrasi.

Putra pasangan Bapak Uli (42) dan Ibu Rha Suleha (37) gagal masuk timnas U-16 Championship 2012. Penyebabnya adalah Eriyanto terlambat menyerahkan berkas administrasi. Padahal bergabung dengan timnas U-16 adalah cita-cita sekaligus kesempatan yang bisa menjadi jalan untuk membangkitkan eksistensi Eriyanto di dunia sepak bola.

Eriyanto yang dulu disanjung Baresi dan Maldini dan pernah makan bersama dengan Presiden SBY dan Ibu Ani, kini menjalani hidup seperti anak kampung seperti sedia kala. Sepulang sekolah di SMAN 1 Nagrak, Eriyanto mencari rumput untuk memberi makan domba-domba peliharaannya. Pengalaman bertemu Baresi, Maldini, dan SBY pun tak ubahnya bunga tidur, yang hilang tanpa bekas begitu kesadaran indrawi pulih.

“Setelah pulang dari tournament di AC Milan Junior, tidak ada yang menawari untuk bermain sepak bola atau masuk pemusatan latihan seperti lazimnya calon bintang sepak bola lainnya. Saat ini saya hanya berlatih di kampung dan kegiatan lainnya seperti sekolah” begitu yang diucapkannya dihadapan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Menurut Eriyanto, beberapa kali ada tawaran untuk bermain di Jakarta dan kota lain. Namun, menurut Eriyanto, ia tak bisa mengambil kesempatan itu karena keterbatasan administrasi. Yang belum terjawab adalah apa yang dimaksud Eriyanto dengan keterbatasan administrasi.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Hermawan, sangat menyayangkan talenta yang dimilki Eriyanto tak terakomodasi. Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi memerhatikan dan memberikan kemudahan dan fasilitas bagi Eriyanto untuk mengembangkan kariernya.

Satu tahun sudah berlalu sejak Eriyanto dan beberapa talenta muda sepak bola negeri ini diterima SBY. Satu tahun sudah berlalu sejak SBY berpesan kepada Andi Mallarangeng untuk memerhatikan perkembangan Eriyanto dan rekan-rekannya. Namun, keadaan Eriyanto saat ini masih seperti dulu. Harapannya untuk menjadi pemain sepak bola sesuai talenta yang dimilkinya masih jauh dari harapan.

Tahun ini, setelah tidak ada perubahan, orang nomor satu Jawa Barat, Ahmad Hermawan meminta kepada Pemkab Sukabumi dengan permintaan yang hampir sama yang pernah diucapkan SBY kepada Andi Mallarangeng. Dan, nasib Eriyanto masih sama saja.

Kalau mereka yang diberi legitimasi oleh rakyat untuk mengelola negeri ini hanya memberikan janji-janji kosong saja, bagaimana talenta-talenta potensial ini memberikan prestasi lebih untuk bangsa ini. Jangan sampai, Eriyanto dan "Eriyanto-Eriyanto" lain bernasib seperti tokoh utama film Rambo, yang berjaya di negeri orang dan terabaikan justru ketika berada di negeri sendiri.
»»  Read More

Thursday, December 22, 2011

Implan Payu Dara Model Ini Isinya Kokain

Implan Payu Dara Model Ini Isinya Kokain
Polisi bandara Italia memelototi lekak-lekuk tubuh montok seorang model Spanyol. Hasilnya sangat mengejutkan! Mereka menemukan 2,5 kilogram kokain murni yang tersembunyi sebagai implan di payudara dan bokong model itu.

Perempuan berusia 33 tahun yang tidak disebutkan namanya itu tiba di Roma dari Sao Paulo, Brasil. Ia mengenakan pakaian super ketat demi menaikkan daya pikatnya. Tampaknya ia berharap bahwa penampilannya yang seperti itu bisa mengalihkan perhatian polisi di perbatasan. Demikian lapor kantor berita Italia, ANSA, Rabu (21/12/2011).

Namun, sang model menimbulkan kecurigaan, kata laporan itu, setelah memberikan jawaban-jawaban tidak jelas atas sejumlah pertanyaan tentang alasan perjalanannya ke Italia yang diajukan seorang petugas. Dua orang petugas perempuan lalu melakukan pemeriksaan dengan meminta si model membuka pakaian.

Kantor berita AFP melaporkan, sejumlah metode penyelundupan melalui bandara Fiumicino, Roma, telah menjadi sedemikian cerdik, termasuk kokain yang ditemukan disembunyikan di dalam troli bagasi, tahun lalu. Pada Juni tahun ini, polisi menangkap penyelundup yang menyelundupkan 220 kilogram kokain yang tersembunyi di peti kayu untuk patung kapur yang dikirim melalui Fiumicino.
»»  Read More

Akibat Saking Rajinnya Mendonorkan Sperma

Akibat Saking Rajinnya Mendonorkan Sperma
Saking rajinnya mendonorkan sperma, lelaki ini akhirnya harus dilarang berdonor lagi. Pasalnya, dari sperma yang dia donorkan sudah menghasilkan 14 anak.

Trent Arsenault (36), bujangan sehat dan memiliki keyakinan religius kuat, mendonorkan spermanya melalui iklan di internet. Dia memberikan spermanya secara cuma-cuma kepada siapa saja yang memerlukan.

Akan tetapi, upayanya mendonorkan sperma ini dianggap sebagai ancaman publik oleh Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA). FDA memerintahkan Arsenault menghentikan tindakan tersebut atau diancam kurungan satu tahun penjara dan denda 100.000 dollar AS (sekitar Rp 906 juta).

Arsenault berkeras, memberikan sperma merupakan aksi nyata dalam memberikan kasih kepada sesama manusia. Hal ini membuat dirinya dan FDA berseteru tentang topik yang pertama kali terjadi.

"Jika saya dilarang, berarti ada banyak pasangan yang tidak memiliki anak. Apakah pemerintah perlu sampai mengatur urusan kamar tidur warga?" gugatnya.
»»  Read More

Saturday, December 17, 2011

Wanita Terpendek di Dunia Ingin Jadi Artis

Wanita Terpendek di Dunia Ingin Jadi Artis

Seorang siswa sekolah menengah atas di India sedang bersiap-siap terpilih sebagai wanita terpendek di dunia oleh Guinness World Records. Wanita bernama Jyoti Amge itu memiliki tinggi 62,8 sentimeter. Diam-diam wanita ini memiliki impian terpendam.

Amge yang memiliki tubuh kecil itu didatangi perwakilan Guinnes dari London. Kedatangan perwakilan Guinness itu untuk mengukur tinggi badan Amge. Acara pengukuran tinggi Amge itu dilakukan dalam sebuah upacara yang dihadiri sekitar 30 orang, di antaranya kerabat dan teman-temannya di kota Nagpur di negara bagian Maharashtra, India.

Saat diukur, Amge terlihat berlinang air mata. Ia mengenakan pakaian sari dan terlihat mungil. Amge tidak pernah merasa bersedih lantaran tubuhnya pendek. Ia justru merasa bahagia dan senang karena tubuhnya yang kecil.

Berkat tubuhnya yang pendek itu, ia merasa telah membuat kota tempat tinggalnya menjadi terkenal di dunia. "Saya telah menempatkan Nagpur di peta dunia. Sekarang semua orang akan tahu di mana itu," kata Amge seperti dikutip dari Guardian.
Acara pengukuran itu berbarengan dengan hari ulang tahun Amge yang ke-18. Setelah diukur, semua yang hadir menyanyikan lagu ulang tahun dan memberikan selamat kepada Amge.
Meski tubuhnya kecil dibanding wanita seusianya, Amge tak berkecil hati. Ia tetap percaya diri. Bahkan, dirinya mengaku ingin menjadi orang terkenal di Bollywood. Amge ingin mendapatkan gelar sarjana dan menjadi artis. "Saya ingin menjadi aktris," ucapnya senang.
»»  Read More

Friday, December 16, 2011

Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob

Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob
Warga Mesuji Diberondong Peluru Brimob
Sejumlah warga Desa Sritanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, mengaku diberondong aparat Brimob (polisi) dalam konflik lahan sawit dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo.

Pengakuan ini disampaikan sejumlah warga Sritanjung yang menjadi saksi dalam peristiwa berdarah bentrokan warga Tanjung Raya dengan aparat keamanan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), 10 November silam.

"Saya waktu itu naik motor dengan kawan mau ke pabrik. Lalu, dari jauh ada petugas. Tiba-tiba, petugas (polisi) itu menembaki kami tanpa sebab. Saya kaget dan langsung lari, kaki saya tertembak. Panik, sampai-sampai saya tidak tahu nasib kawan," ujar Herun Sandiadi (18), warga Kagungan Dalam, yang menjadi korban penembakan membabi buta aparat kepolisian, 10 November silam.

Dalam kejadian itu, satu warga, Zaelani, yang adalah tetangga Herun tewas tertembak di kepala. Enam lainnya, termasuk dia, luka-luka.

Dalam peristiwa ini, hampir semua warga menyaksikan beberapa anggota Brimob Kepolisian Negara RI menembaki warga dengan membabi buta memakai peluru karet dan peluru tajam.

"Tanpa ada peringatan sama sekali. Warga yang datang ke kantor untuk menanyakan nasib Hendri (warga) yang ditangkap aparat dan motornya dirusak tahu-tahu langsung ditembaki aparat. Bohong kalau di teve-teve bilang ada tembakan peringatan," tutur Minarni (47), warga lainnya, Jumat (16/12/2011) sore.

Menurut Saya ada 4 Solusi yang harus dilakukan pemerintah :
1.BUBARKAN Perusahaan asing itu lewat kemenhukham. 2. Bubarkan Brimob, krn pola pikir petingginya sampai bawahan sudah salah memandang rakyat, masyarakat, yg harus dilindungi, malah yg harus nyembah mereka.3.Tarik 75% senjata dari POLRI. 4.kalo gak ada yg tanggung jawab..,Negara bisa dianggap Fail..
»»  Read More

Thursday, December 15, 2011

Tidak Mau Ikut Demo, Mahasiswa ITB Didemo

Tidak Mau Ikut Demo, Mahasiswa ITB Didemo
Tidak Mau Ikut Demo, Mahasiswa ITB Didemo
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Bandung melakukan aksi solidaritas di depan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu . Aksi tersebut untuk mengenang Sondang Hutagalung, mahasiswa yang tewas bakar diri di depan Istana Negara beberapa waktu lalu.

Dalam teatrikalnya, digambarkan seorang mahasiswa tergeletak dengan tubuhnya penuh lumpur sambil memegangi bendera merah putih dan patung burung garuda. Salah seorang peserta aksi Jainal Riko Frans Tampubolon yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Langlangbuana mengatakan, teatrikal tersebut simbol Sondang atau nasib masyarakat kecil yang hidup miskin.

"Aksi ini dilakukan berbagai mahasiswa dari berbagai kampus. Artinya kita mahasiswa bersatu," kata Riko.

Ricuh

Pusat aksi di Jalan Ganeca, Bandung sempat ditutup oleh kepolisian. Dalam aksi tersebut juga sempat terjadi kericuhan. Kericuhan terjadi karena mahasiswa ITB tidak mau bergabung dengan mahasiswa lainnya pada aksi solidaritas tersebut.

Ketegangan terjadi ketika ratusan mahasiswa ingin memaksa masuk ke dalam Kampus ITB tapi dicegah aparat keamanan. Para mahasiswa juga berusaha mengeret bendera yang ada di tengah jalan utama menuju ITB menjadi setengah tiang. Namun upaya tersebut ditolak satpam. Kemudian perwakilan mahasiswa ITB pun mendatangi kumpulan mahasiswa tersebut.

Presiden Mahasiswa ITB Tijar Bijaksana mengatakan pihaknya bukan tidak peduli terhadap persoalan Bangsa Indonesia. "Kami juga selalu ikut aksi unjuk rasa. Namun kita lebih banyak diskusi," kata Tijar.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Bandung melakukan aksi solidaritas di depan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu . Aksi tersebut untuk mengenang Sondang Hutagalung, mahasiswa yang tewas bakar diri di depan Istana Negara beberapa waktu lalu.

Dalam teatrikalnya, digambarkan seorang mahasiswa tergeletak dengan tubuhnya penuh lumpur sambil memegangi bendera merah putih dan patung burung garuda. Salah seorang peserta aksi Jainal Riko Frans Tampubolon yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Langlangbuana mengatakan, teatrikal tersebut simbol Sondang atau nasib masyarakat kecil yang hidup miskin.

"Aksi ini dilakukan berbagai mahasiswa dari berbagai kampus. Artinya kita mahasiswa bersatu," kata Riko.

Ricuh

Pusat aksi di Jalan Ganeca, Bandung sempat ditutup oleh kepolisian. Dalam aksi tersebut juga sempat terjadi kericuhan. Kericuhan terjadi karena mahasiswa ITB tidak mau bergabung dengan mahasiswa lainnya pada aksi solidaritas tersebut.

Ketegangan terjadi ketika ratusan mahasiswa ingin memaksa masuk ke dalam Kampus ITB tapi dicegah aparat keamanan. Para mahasiswa juga berusaha mengeret bendera yang ada di tengah jalan utama menuju ITB menjadi setengah tiang. Namun upaya tersebut ditolak satpam. Kemudian perwakilan mahasiswa ITB pun mendatangi kumpulan mahasiswa tersebut.

Presiden Mahasiswa ITB Tijar Bijaksana mengatakan pihaknya bukan tidak peduli terhadap persoalan Bangsa Indonesia. "Kami juga selalu ikut aksi unjuk rasa. Namun kita lebih banyak diskusi," kata Tijar.
»»  Read More

Tuesday, December 13, 2011

Majikan Meninggal, Kucing Dapat Warisan Rp 141 Miliar

Majikan Meninggal, Kucing Dapat Warisan Rp 141 Miliar
Majikan Meninggal, Kucing Dapat Warisan Rp 141 Miliar
Tommaso, kucing hitam berumur empat tahun, mungkin menjadi kucing terkaya di dunia. Kucing hitam asal Roma, Italia, ini mendapat warisan senilai 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 141 miliar setelah majikannya meninggal.
Berdasar laman The Guardian, majikan Tommaso yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dunia bulan lalu pada usia 94 tahun. Dalam wasiatnya, janda tidak beranak ini memerintahkan pengacaranya untuk memberikan seluruh propertinya kepada Tomasso. Properti sang majikan tersebar luas dari Milan di utara hingga Calabria di selatan.
Dalam wasiat bertanggal 26 November 2009 tersebut, janda dari pengusaha konstruksi ini juga memberikan mandat bagi pengacaranya untuk menunjuk yayasan pecinta binatang yang dapat menjaga Tommaso. Salah satu pengacara, Anna Orecchioni, kepada harian Il Messaggero mengatakan bahwa terdapat beberapa yayasan yang telah masuk kualifikasi.
Menurut hukum Italia, seekor binatang tidak dapat mewarisi harta majikannya. Untuk itu, janda ini mempercayakan pembantunya, Stefania, untuk mengurus kekayaannya. Ketika janda ini sakit-sakitan, Stefania membantunya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah.
"Saya tidak tahu kalau signora sangat kaya, saya kadang-kadang pergi ke rumah signora sehingga kucing saya bisa bermain dengan Tommaso," kata Stefania.

Tommaso bukanlah kucing pertama yang mendapatkan harta warisan ratusan miliaran rupiah. Sebelumnya, pada tahun 1988, seekor kucing bernama Blackie di Inggris juga mewarisi harta majikannya senilai 9 juta poundsterling atau sekitar Rp 127 miliar.
»»  Read More

Kisah Satpam Penendang 'Suster Ngesot'...

Kisah Satpam Penendang 'Suster Ngesot'...
Tuduhan penganiayaan yang ditujukan kepada satpam Galeri Ciumbeuleuit Hotel, Bandung, Sunarya (37), menyusul aksi spontannya menendang Mega Tri Pratiwi (20) hingga lebam dan giginya tanggal masih akan berlanjut.

Sunarya, dalam rekaman video CCTV, di dalam lift gedung tersebut terlihat melakukan gerakan spontan dengan menendang sesosok makhluk mirip "suster ngesot" sesaat setelah pintu lift di lantai 17 terbuka. Belakangan diketahui, kejadian pada Sabtu dini hari itu sengaja dilakukan Mega untuk menakut-nakuti sejumlah temannya yang berada satu lift dengan Sunarya.

Benar saja, aksi Mega itu terbilang sukses. Dalam rekaman video terlihat sejumlah orang yang ada di dalam lift ketakutan dan meloncat kembali ke dalam lift saat melihat sosok Mega. Namun, satu hal yang tak terduga justru terjadi. Sunarya yang terlihat sangat spontan dalam hitungan detik menghunjamkan tendangan kaki kanan ke arah sosok yang mengagetkan itu.

Alhasil, Mega terempas hingga giginya patah, luka lebam di pelipis, dan sempat tak sadarkan diri. Orangtua Mega yang tidak bisa menerima perlakukan itu lantas melaporkan pria beranak dua tersebut atas tuduhan penganiayaan. Seperti yang dilansir TribunJabar, Rabu (14/12/2011), polisi akan memeriksa Sunarya hari Jumat (16/12/2011).

"Kalau yang lima saksi, termasuk saksi korban, itu sudah kami periksa. Nah, satpam yang dilaporkan dituding melakukan penganiayaan baru akan kami periksa Jumat ini," ujar Kepala Hubungan Kemasyarakatan Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Endang Sri Wahyu Utami di Mapolrestabes, kemarin.

Dalam menangani kasus ini, polisi sudah memeriksa lima saksi, termasuk Mega. Selain Mega sebagai saksi korban, juga keempat rekannya yang saat kejadian ada di lokasi tersebut, yaitu berinisial F, B, C, dan M.

Mega diketahui saat itu bersama tujuh temannya sedang berlibur di Bandung. Mereka sejak Sabtu berada di Galeri Ciumbeuleuit Hotel (GCH). Mega berencana menikmati akhir pekannya di Bandung.

Berikut Ini Videonya
»»  Read More

Taman Bunga di Gerbang DPR Pun Jadi WC Umum

Taman Bunga di Gerbang DPR Pun Jadi WC Umum
Empat kelompok warga asal Sumatera yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, memutuskan untuk menginap di lokasi tersebut. Karena keterbatasan fasilitas, mereka terpaksa memanfaatkan taman bunga di depan gerbang gedung wakil rakyat itu sebagai tempat membuang hajat.

"Mau bagaimana lagi, kami sudah minta bantuan mobil WC umum tapi tidak diberikan," kata Mawardi, Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi, yang mendampingi masyarakat pengunjuk rasa di depan gedung DPR, Selasa (13/12/2011) malam.

Ia mengaku heran lantaran warga yang menginap sejak Senin ( 12/12 /2011) kemarin itu tidak diperkenankan memanfaatkan fasilitas toilet para wakilnya.

Mawardi menjelaskan, untuk membuang hajat, warga terpaksa memanfaatkan taman bunga yang cukup terbuka. "Bekalnya cuma sebotol aqua," lanjut Mawardi.

Ia mengkawatirkan, bau dan kelembaban udara di lokasi tersebut dapat mengganggu rencana mereka melakukan aksi menginap di depan gedung DPR.

Dari lokasi di gerbang DPR mudah terlihat satu dua orang meninggalkan lokasi tenda yang didirikan pengunjuk rasa menuju taman bunga. Pengunjuk rasa perempuan pun terpaksa melakukan hal serupa demi memenuhi tuntutan biologis.

Abbas, ketua Suku Anak Dalam Bathin Bahar 113 Dusun Tanah Menang, Batanghari, Jambi, tanpa ragu mengatakan bahwa dia dan banyak rekannya belum sempat mandi. Ia sendiri menilai masalah tersebut bukan halangan besar bagi mereka.

"Besok kami akan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional Pusat). Kami meminta mereka menjelaskan status tanah adat kami yang diambil alih perusahaan," kata Abbas.

Seusai dari Kantor BPN, mereka berencana untuk melanjutkan aksi ke depan Istana Merdeka. Warga masyarakat dari Provinsi Jambi dan Lampung berunjuk rasa di depan gedung DPR RI sejak Senin (12/12) kemarin.

Mereka menuntut konflik tanah masyarakat dengan sejumlah perusahaan perkebunan di wilayah mereka mendapat perhatian para wakil rakyat.

Selain masyarakat Suku AnaK Dalam, hadir pula masyarakat Dusun Kunangan Jaya II, Kabupaten Batanghari dan Dusun IV Mekar Jaya, Kabupaten Sorolangun.

Sedangkan kelompok petani lainnya asal Sendang Ayu, Lampung Tengah telah kembali ke kampung halaman mereka hari ini. Masyarakat didampingi oleh Serikat Tani Nasional (STN) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).
»»  Read More

Polisi Perkosa Wanita Hamil 6 Bulan

Polisi Perkosa Wanita Hamil 6 Bulan - Bripda Haryo,seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Pangkalpinang, diketahui melakukan tindakan pemerkosaan serta penganiyaan kepada Bunga (18) bukan nama sebenarnya seorang wanita yang sedang hamil 6 bulan. Aksi keji itu dilakukan Bripda Haryo pada,Sabtu (21/5/2011).
Menyusul aksinya itu, Haryo Pamungkas dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pangkalpinang 10 tahun penjara dalam sidang yang digelar secara terutup di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (13/12/2011).
Terdakwa sejak Juni lalu sudah mendekam di Lembaga Permasyarakatan Tuatunu Pangkalpinang.
Indwan SH selaku JPU dalam kasus itu , mengatakan pihaknya menemukan fakta kalau terdakwa terbukti seperti apa yang dituduhkan kepadanya.
Pihaknya menetapkan tuntutan hukuman 10 tahun dari dua pasal berlapis Pasal 285 KUHP sub pasal 351 KUHP yang dikenakan kepada Bribda Haryo.
"Tuntutan kita kepada majelis adalah 10 tahun penjara. Itu sudah sesuai dengan bukti dan pasal yang dikenakan," ujar Indawan.
Sementara itu kuasa hukum Bribda Haryo tidak berkomentar banyak atas tuntutan JPU. Pihaknya akan segera memberikan pembelaan terhadap terdakwa."Kita tidak banyak komentar dulu, pastinya kita akan siapkan pembelaan untuk klien kami,," ujarnya ditemui usai sidang.
Bribda Haryo dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita yang sedang hamil 6 bulan, Bunga (Bukan nama sebenarnya) warga Kolong Hijau, Kelurahan Baciang, Pangkalpinang, dianiaya oleh oknum polisi Polres Pangkalpinang itu, Sabtu (21/5/2011).
Korban yang berusia 18 tahun masih dalam kondisi hamil enam bulan. Korban mengaku dianiaya dan diperkosa oleh Bribda Haryo.
Selain terancam hukuman berat, Bribda Haryo juga terancam akan dicopot dari stafnya. Bribda Haryo saat masih aktif bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Pangkalpinang.
»»  Read More
 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy