Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Monday, December 26, 2011

Sosial Media, Kunci Sukses Pebisnis Internet di 2012

Sosial Media, Kunci Sukses Pebisnis Internet di 2012 - Tak bisa dipungkiri, penjualan dari individu ke individu atau peer to peer yang mengandalkan rekomendasi sangat dipercaya oleh orang.

Rekomendasi seseorang menjadi salah satu keberhasilan sebuah produk bisa diterima masyarakat. Kini, hal tersebut juga berlaku di sosial media. Pengusaha startup di tahun depan, harus memanfaatkan momentum ini untuk bisa meraup konsumen.

Demikian disampaikan Danny W. Wirianto, co-founder Mind Talk yang menjadi pembicara dalam seminar Sparx Up "Gamification and Convergence" di International Design School, Jakarta, Jumat (23/12/2011). "Yang akan menjadi tren adalah 3 S, yakni Social, Share, and Speed," jelasnya.

"Social" adalah bagaimana seseorang terhubung dengan orang lain dan saling berbagi. "Share" adalah bagaimana seseorang membagikan pengalamannya kepada orang lain, melalui teks, foto, video, apapun itu, melalui jejaring sosial. "Speed" adalah bagaimana jejaring sosial bisa memberikan informasi yang sangat cepat, melebihi kecepatan dari wartawan menuliskan berita.

Hal yang harus menjadi bagian yang harus dikembangkan oleh pengusaha startup di tahun 2012, yakni menjaga hubungan sosial dengan masyarakat, sharing informasi yang dibutuhkan masyarakat, dan memiliki kecepatan dalam menanggapi keluhan masyarakat mengenai produk atau layanan yang ditawarkan.

Selain itu, masyarakat juga menyukai penghargaan. Oleh karena itu, buatlah sebuah perusahaan startup yang bisa menghibur dan menjadi sesuatu yang dicari oleh masyarakat. "Kita sudah stress dengan pekerjaan, kehidupan sudah sulit, la;u baca berita isinya berita buruk semua, tambah stress orang-orang. Anda tahu bagaimana Foursquare bisa lebih populer dari situs check-in lainnya? Karena ada badge, ada penghargaan yang membuat orang lain bangga walau cuma check-in doang," jelas Danny.

Kemudian menurut Danny, mengapa teknik pemasaran dengan gamification akan laku di tahun depan? karena kebutuhan masyarakat akan hiburan dan penghargaan juga besar. Maka, bisa memenangkan sebuah game dan mendapat penghargaan meskipun itu vrtual juga menjadi hiburan yang berarti. Lahan ini akan subur jika peruahaan start-up ingin mencobanya.

Namun tetap, kembali lagi Danny mengingatkan bahwa startup harus fokus kepada satu bidang tertentu. Jika ingin mengembangkan game, fokus di game. Jika ingin mengembangkan aplikasi yang memiliki fungsi, seperti Instagram misalnya, fokuslah membuat aplikasi untuk foto.

Jadi, mengembangkan paltform media sosial dengan fokus kepada salah satu bidang tertentu sembari memikirkan penghargaan apa yang menarik bagi pengguna untuk tetap menggunakan produk kita merupakan cara startup bisa bertahan di tahun depan.
»»  Read More

Saturday, August 13, 2011

Mengapa Frank Swiss Menguat Saat Krisis?

Mengapa Frank Swiss Menguat Saat Krisis? - Siapa yang memegang frank Swiss dalam setahun terakhir pastilah mengantongi setidaknya keuntungan 30 persen, jika misalnya frank Swiss ditukarkan kembali ke dollar AS.

Frank Swiss adalah salah satu mata uang kuat dunia, disamping dollar Australia, dollar Singapura yang menguat terhadap dollar AS dalam setahun terakhir. Kurs frank Swiss mencapai rekor tertinggi 0,7068 frank Swiss per satu dollar AS pada hari Selasa (9/8/2011).

Namun bagi pengutang dalam denominasi frank Swiss, seperti Hongaria, penguatan frank Swiss menjadi beban tersendiri. Akan tetapi bagi warga Swiss, kenaikan kurs frank menjadi sumber kegembiraan.

Namun demikian tidak selamanya kenaikan kurs, apalagi berlangsung cepat, disambut semua pihak. Kenaikan kurs frank melemahkan daya saing ekspor Swiss jika dijual di AS atau zona euro.

Karena itulah Bank Sentral Swiss mengintervensi pasar dengan tujuan agar frank melemah dan pada hari Jumat (12/8/2011) melemah menjadi 0,77 frank per satu dollar AS.

Lepas dari itu, menarik untuk menelaah sekilas mengapa kurs frank meningkat? Ini adalah buah kebijakan Swiss yang sudah sejak lama ingin menjaga kekuatan frank Swiss.

Warga Swiss tidak heran dengan penguatan mata uangnya, sebagaimana dikatakan Profesor Olivier Crevoisier dari Neuchatel University kepada World Radio Switzerland, 10 Agustus lalu.

Namun semua ini adalah juga buah dari kebijakan ekonomi Swiss, yang tekun mempertahankan daya saing dan kualitas produk-produknya serta menjaga posisi anggaran dan utang nasional dalam posisi yang terkendali.

Hal ini juga tidak lepas dari keberadaan sistem perbankan Swiss, yang ketat menjaga kerahasiaan perbankan, yang membuat warga kaya dunia, termasuk pimpinan Libya Moammar Khadafy menyimpan uangnya di Swiss.

Barangkali jika DPR-RI ingin belajar atau studi banding soal kekuatan mata uang sebuah negara, mungkin Swiss merupakan pilihan studi banding terbaik.
»»  Read More

Thursday, August 11, 2011

Menggiurkan, Budidaya Udang Bisa Raup Rp25 Juta/Panen

Menggiurkan, Budidaya Udang Bisa Raup Rp25 Juta/Panen
Menggiurkan, Budidaya Udang Bisa Raup Rp25 Juta/Panen - Budidaya tambak udang mungkin patut Anda perhitungkan sebagai alternatif bisnis. Berdasarkan perhitungan, hasil dari budidaya tambak udang setiap panen bisa menghasilkan laba bersih setidaknya Rp25 juta sekali panen.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu petambak plasma di PT CP Prima, anak usaha dari PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) yang berlokasi di Tulang bawang Lampung, Sulaiman ditemui di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2011) malam.

"Sekali panen, seperti panen terakhir April lalu laba bersih Rp25 juta. itu dari hasil keseluruhan nilai jual yang sebesar Rp170 juta. Laba tersebut dihasilkan setelah dipotong oleh biaya-biaya," terangnya.

Dijelaskannya, sekali panen udang yang dihasilkan bisa mencapai 4,6 ton, di mana harga udang saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram (kg).

"Harga udang tergantung size, yang size 48-49 Rp40 ribu per kg, itu yang dibeli oleh perusahaan," terangnya.

Diakuinya, udang tersebut biasanya dipanen setiap tiga sampai empat bulan sekali. Namun tergantung dari baik atau tidaknya udang tersebut. "Panen lagi nanti jelang lebaran. Tapi kalau ternyata dilihat kurang bagus ya bisa langsung dipanen, daripada nanti harganya turun," jelasnya.

Petambak yang sudah sejak 1997 berkecimpung di dunia tambak udang ini mengakui, udang-udang tersebut sempat diserang hama pada tahun 2003-2004. Yang akibatnya, dalam satu kali siklus, bibit udang (menur) yang ditabur jumlahnya semakin dikurangi.

"Memang kita sempat diguncang 2003-2004. Istilah tradisionalnya itu udangnya stres. Jadi hari ini hidup besok bisa saja semuanya mati," akunya.

Ada juga jenis virus yang disebut mio. Virus tersebut diakuinya mngganggu pertumbuhan udang sekira tahun 2008. "Maka untuk mengatasinya, menur yang ditabur dikurangi, lalu kita tebar bibit ikan nila. Karena lendir dari ikan nila ini bisa untuk mengobati virus," tukasnya.
»»  Read More

Tuesday, August 2, 2011

Indonesia,Eksporlah Rokok Kretek, Racuni Negara Lain!


Indonesia,Eksporlah Rokok Kretek, Racuni Negara Lain! - Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad sempat mengungkapkan usulan yang bernada provokatif dalam diskusi yang membincangkan Rancangan Undang-undang Pengendalian Dampak Produk Tembakau, pekan lalu. Ia mengusulkan, bila memang produk rokok kretek yang menjadi ciri khas rokok Indonesia ingin dipertahankan, lebih baik diekspor.

"Setuju industri rokok dipertahankan bila memang kretek ingin tetap dipertahankan. Eksporlah. Racunilah negara lain! Jangan racuni rakyat sendiri. Dan ini yang dilakukan negara maju seperti Amerika Serikat," kata Kartono dalam diskusi Executive Forum Media Indonesia di Jakarta yang juga dibuka Ketua DPR Marzuki Alie.

Persatuan Industri Rokok Amerika Serikat, kata Kartono, jelas-jelas menyatakan dalam laman resminya, mereka memasarkan rokok ke negara-negara berkembang di Asia dikemas tidak dalam bentuk rokok melainkan sebagai gaya hidup. Ini mereka samakan dengan Coca-Cola, McDonalds atau Levi's.

"Itu sangat jelas mereka katakan dalam situs resminya. Jadi itu adalah strategi. Dengan kenyataan ini, anggapan bahwa regulasi pengendalian produk tembakau dipengaruhi kapitalis, itu penilaian yang salah. Justru yang menghalangi pengaturan ini adalah membela kapitalis," kata aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) ini.
;
Kartono mencatat, ekspor rokok Amerika Serikat ke negara-negara berkembang di Asia sejak 1970 hingga 1990 naik 300 persen. Sementara di dalam negerinya karena peraturan yang ketat, konsumsi rokok dapat ditekan hingga tinggal 20 persen.

Kartono juga mengingatkan industri rokok dalam negeri tak perlu khawatir regulasi yang dibuat nantinya akan mematikan industri mereka. Kenyataannya perokok di Indonesia mencapai 65 juta jiwa. "Mereka ini sudah ketagihan. Kendati hujan badai pun mereka akan mencari rokok," kata Kartono.

Regulasi, kata Kartono, diharapkan dapat menekan anak-anak remaja untuk tidak terpacu lebih dini menjadi perokok pemula. "Kalau mereka mau merokok ya nanti setelah berusia 20 tahun," ujar Kartono.
Sumber : Detik.com
»»  Read More

Friday, July 29, 2011

Wew! Tiap Hari Ada 572 Ribu Lampu Impor dari Cina Masuk ke Indonesia

Wew! Tiap Hari Ada 572 Ribu Lampu Impor dari Cina Masuk ke Indonesia
Impor lampu dari Cina sudah mengkhawatirkan. Ketua Asosiasi Perlampuan Indonesia (Asperlindo) Jhon Manoppo mengatakan Indonesia perlu menekan angka impor China, salah satunya dengan mencari negara alternatif, seperti India.

Berdasarkan data asosiasi, impor produk lampu hemat energi (LHE) dari China ke Indonesia mencapai 103 juta unit selama enam bulan ini. Itu berarti, ada 17,16 juta lampu impor Cina yang membanjiri pasar-pasar Indonesia saban bulan. Atau per hari ada 572 ribu lampu impor Cina yang masuk.

Menurut Jhon, India dan China sebetulnya memiliki kapastitas produksi lampu yang sama. Hanya saja, China masih mendominasi.

Asosiasi menilai, peluang pasar lampu hemat energi dari jenis LED (Light Emitting Diode) dalam negeri sangat besar. Masyarakat Indonesia rata-rata mengonsumsi 125 juta produk lampu LED pertahun. Sementara harga rata-rata lampu impor China sekitar satu dolar AS.

Usulan kerjasama perdagangan bebas antara Indonesia dan India tersebut akan dibuatkan surat resminya. Surat tersebut, lanjut John akan ditembuskan ke Ditjen Kerjasama Internasional Kementerian Perdagangan.

Cara lainnya untuk menekan impor lampu China adalah dengan meningkatkan kualitas produk lampu lokal. Saat ini tercatat 14 merek lampu hemat energi buatan lokal dengan kapasitas produksi mencapai 150 juta pertahun.

Meningkatkan kapasitas produksi lampu lokal, sambung John, bisa idlakukan dengan memberdayakan siswa Sekolah Teknik Menengah (STM) di Indonesia. Siswa bisa diberdayakan teknik memperbaiki kerusakan lampu, khususnya jenis LED. “Dengan keahlian tersebut, akan mengurangi pasokan impor lampu LED dari China,” tambahnya.
site:http://id.berita.yahoo.com/wew-tiap-hari-ada-572-ribu-lampu-impor-101601437.html
»»  Read More
 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy