Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Saturday, December 31, 2011

Fungsi Population Genetics menjelaskan peran Seleksi Alam dalam Evolusi Neo-Darwinism

Fungsi Population Genetics menjelaskan peran Seleksi Alam dalam Evolusi Neo-Darwinism
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi di bidang biologi molekuler, aspek-aspek ilmu genetika juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Aspek yang dimaksud masuk ke dalam ranah ilmu genetika yaitu classical genetics, molecular genetics dan population genetics. Quantitative genetics yang membahas secara mendalam berbagai macam sifat kuantitatif seperti tinggi badan, berat badan, IQ, kepekaan terhadap penyakit, dan sebagainya masuk ke dalam ilmu population genetics. Ilmu population genetics pula yang mendukung teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin 150 tahun lalu. Ilmu ini menggunakan berbagai macam pendekatan statistik untuk membuktikan, menjelaskan atau mendeteksi adanya perubahan organisme dalam lingkungan oleh sebab adanya dorongan evolusi (evolutionary force). Dari sinilah lahir istilah Neo-Darwinism.

Dalam Neo-Darwinism, evolusi dideskripsikan sebagai perubahan frekuensi alel yang ada dalam populasi di tempat dan waktu tertentu oleh sebab adanya evolutionary force. Evolutionary force yang dimaksud di sini terdiri dari (1) Mutation, sebagai the building block of evolution, ia cenderung meningkatkan variasi genetis atau frekuensi alel yang menjadi subyek seleksi alam; (2) Natural Selection, terdiri dari directional selection, stabilizing selection dan disruptive selection; (3) random genetic drift, yang cenderung menekan variasi genetis; (4) Non-random mating yang meningkatkan homozigositas fenotip tanpa mempengaruhi frekuensi alel; (5) migration, yang mendorong kesamaan frekensi alel antar populasi yang berbeda.

Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya jika kita mengenal bagaimana cara menghitung frekuensi alel dalam suatu populasi. Misalkan dalam suatu populasi, terdapat 2 alel dalam satu lokus, yaitu A1 dan A2, maka dalam populasi tersebut hanya ada variasi genotip individu sebagai berikut  A1A1, A1A2, dan A2A2.  Jika dalam populasi tersebut diketahui berjumlah 500 orang dan individu dengan genotip A1A1 = 245, A1A2 = 150 dan A2A2 = 105, maka frekuensi masing-masing alel dalam gene pool, yaitu A1 dan A2 bisa dihitung sebagai berikut :

Frekuensi A1= [(2 x 245) + (1 x 150)] / 1000 = 0,64

Frekuensi A2= [(2 x 105) + (1 x 150)] / 1000 = 0,36

Di sini 1000 artinya dalam gene pool yang terdiri dari 500 individu terdapat 1000 alel sebab masing-masing individu memiliki 2 alel atau diploid. Pada individu A1A1 terdapat dua alel A1, sedangkan dalam individu A1A2 terdapat satu alel A1.

Langkah selanjutnya adalah mengetahui apakah individu dengn alel tertentu memiliki kemampuan adaptasi lebih unggul dibandingkan alel lain yang dinyatakan dengan fitness, kita harus menghitung dulu nilai fecundity dan survival dari keturunan yang dihasilkan oleh individu dengan genotipe tertentu. Fecundity adalah kemampuan organisme untuk mengasilkan keturunan atau dengan kata lain rata-rata keturunan yang dilahirkan oleh organisme dengan genotpe tertentu dalam populasi bersangkutan. Survival adalah kemampuan keturunan tersebut untuk tetap hidup sampai masa reproduksi. Produk antara fecundity dan survival adalah fitness. Kita ambil contoh pada wolf spider betina yang menghasilkan keturunan seperti pada tabel dibawah ini.



Genotipe              fecundity       Survival             fitness          relative fitness

A1A1                        230               0,0200               4,6                       1.00

A1A2                        280               0,0150               4,2                       0,91

A2A2                        190               0,0100               1,9                       0,41         



Pada tabel di atas tampak bahwa individu homozygote A1 memiliki fitnes paling besar walaupun fecundity nya sedikit lebih rendah daripada heterozygote tapi memiliki survival yang lebih tinggi. Konsep relative fitness lebih sering dipakai dalam population genetics dibandingkan dengan absolute fitness. Dalam relative fitness, individu dengan genotipe tertentu yang memiliki fitness tertinggi dianggap memiliki fitness sebesar 1, sedangkan yang lainnya kurang dari 1 seperti tampak pada kolom terakhir tabel di atas. Dengan kata lain individu dengan kemampuan adaptasi paling tinggi memiliki fitness sebesar 1,00.

Dari penjelasan di atas tampak adanya proses seleksi terhadap individu dengan genotipe tertentu, yang dalam hal ini yaitu seleksi terhadap alel A2. Besarnya seleksi yang dialami oleh individu dengan genotip tertentu dinyatakan dengan bilangan coefficient of selection. Hubungan antara fitness dengan coefficient of selection (s) dapat dinyatakan sebagai berikut :

                                         coefficient of selecion (s) = 1 – fitness (F)

Dari contoh dalam tabel di atas, dapat dihitung coefficient of selection (s) nya, yaitu sebesar 0,59.

Dalam lingkungan yang sesungguhnya, alel tertentu bisa mempengaruhi kemampuan beradaptasi (fitness) individu tidak selalu secara langsung, artinya, fenotip yang dihasilkan oleh genetotip tertentu tidak secara langsung menentukan kemampuan hidupnya, tapi lebih menentukan kemampuan hidup individu tersebut melalui melalui interaksinya dengan lingkungan. Misalkan kemampuannya berkamuflase suatu organisme sangat bergantung pada genotipe yang mengkode warna pigmen dan kondisi lingkungan di mana organisme itu hidup. Semakin baik kemampuan berkamulflase maka semakin tinggi pula ia terhindarkan dari predator, akibatnya, alel yang mengkode sifat terkait lebih banyak diturunkan pada generasi berikut daripada alel lain. Contoh mekanisme seleks seperti ini tampak pada salah satu jenis kupu Beston betularia di Inggris (lihat gambar). Sebelum era industrialisasi di Inggris, banyak pohon masih berwarna terang, sehingga kupu berwarna terang lebih terkamuflase dan terhindarkan dari predator daripada kupu berwarna gelap. Di sini alel pengkode pigmen gelap dominan terhadap alel pengkode pigmen terang. Namun, saat era industrialisasi, dimana banyak sekali polusi udara yang membuat warna kulit pohon menjadi lebih gelap, kupu dengan warna gelap lebih adapted dibandingkan dengan kupu berwarna terang, akibatnya frekuensi alel untuk mengkode pigmen warna gelap lebih banyak atau meningkat.


Efek Seleksi Alam pada Frekuensi Alel di Generasi Berikut


Seperti yang telah disebutkan di atas, seleksi alam dapat meningkatkan frekuensi alel yang menghasilkan fenotipe dengan fitness tertinggi. Perhitungan mengenai efek seleksi alam ini kita ambil contoh yang sama pada pada tabel di atas, namun kali ini individu heterozygote memiliki relative fitness sama dengan individu homozygote yaitu 1,00 sebagai berikut:



Genotipe       frekuensi genotipe P   relative fitness        kontribusi      frekuensi genotipe P’

A1A               (0,64)2= 0,41                   1.00                     0,41               0,41/0,92 = 0,44

A1A2                2 (0,36)(0,64)=0,46           1,00                     0,46               0,46/0,92 = 0,50

A2A2                (0,36)2 = 0,13                   0,41                     0,05               0,05/0,92 = 0,06

                          total = 1                                             total = 0,92             total = 1



Perhitungan frekuensi P di atas berdasarkan hukum Hardy-Weinberg. Dari perhitungan di atas tampak bahwa total frekuensi alel pada generasi berikut (P’) mengceil sebab adanya seleksi pada alel tertentu, dalam hal ini alel A2 dalam genotip homozygote A2. Dalam generasi berikutnya, frekuensi genotipe  A1A1 menjadi 0,44, genotipe A1A2 menjadi 0,50, dan genotipe A2A2 menjadi 0,06. Frekuensi genotipe A2A2 turun dari 0,13 menjadi 0,06, yaitu tinggal separuhnya! Dari perhitungan ini dapat diketahui bahwa frekuensi alel A2 pada generasi berikut menjadi :

(0,06) + (0,5 x 0,50) = 0,31

Yakni mengalami pernurunan sebesar 0,36-0,31 = 0,05 atau sekitar 5%. Jika frekuensi A1 dinyatakan sebagai p dan frekuensi A2 dinyatakan sebagai q, maka perbedaan frekuensi A2 antara generasi parental dan f1 dinyatakan dalam Δq = -0,05. Sedangkan frekuensi alel A1, dengan cara perhitungan yang sama dengan alel A2 mengalami peningkatan sebesar 0,05 atau 5%.

Contoh di atas menggambarkan jika dominasi (dominance) A1 adalah complete dominance, artinya, fenotipe dari heterozygote memiliki sifat yang sama persis dengan homozygote A1 sehingga seleksi alam tidak bisa “mendeteksi” adanya alel A2 dalam keadaan heterozygote. Hal ini tidak selalu benar pada dunia nyata. Sebab kadangkala, ada alel yang tidak menunjukkan sifat demikian dalam hal dominasi, tapi memiliki derajat dominasi sampai nilai tertentu yang dinayatakan dalam level of dominance (h). Alel dengan sifat demikian dikatakan memiliki efek additif (additive effects). Lihat contoh pada tabel berikut ini :

Genotipe       frekuensi genotipe P     relative fitness    kontribusi       frekuensi genotipe P’

A1A1                (0,64)2= 0,41                    1.00                   0,41                 0,41/0,83 = 0,49

A1A2                2 (0,36)(0,64)=0,46            0,80                   0,37                 0,37/0,83 = 0,44

A2A2                (0,36)2 = 0,13                    0,41                   0,05                 0,05/0,83 = 0,06

                        total = 1                                            total = 0,83             total = 1


Dengan data di atas, alel A2 mengalami penurunan sebesar 8%, lebih besar daripada tabel di atas. Dari sini tampak bahwa jika level of dominance menurun, maka alel A2 dalam keadaan heterozygote akan “terdeteksi” oleh seleksi alam.

Penejelasan ini hanyalah sepotong dari sekian banyak perhitungan dalam population genetics yang tentu saja tidak bisa diceritakan panjang lebar dalam  kesempatan ini. Penjelasan ini belum mencakup penjelasan peran population genetics dalam menjelaskan seleksi alam yang terjadi pada quantitative traits sebagai dasar evolusi organisme yang jauh lebih kompleks.
»»  Read More

Manusia Bisa Melihat Medan Magnet

Manusia Bisa Melihat Medan Magnet
Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet. Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.
»»  Read More

Tips Memelihara Kura Kura

Tips Memelihara Kura Kura

Kura-kura air adalah jenis hewan yang lebih banyak berada di air, meskipun bernapas dengan menggunakan hidung, tidak seperti ikan. Kura-kura air suka berada di tempat yang kering dan terkena sinar matahari pagi. Sama seperti halnya manusia, kura-kura juga membutuhkan sinar matahari pagi untuk proses metabolisme, menjaga stamina, dan menguatkan kerapas (cangkang). Berikut ini adalah tips merawat kura-kura air.

Tempat Pemeliharaan

Tempat pemeliharaan terbaik bagi kura-kura air adalah alam bebas. Akan tetapi, Anda juga dapat menyiapkan akuarium dengan ukuran besar. Bentuknya tidak harus tinggi karena kura-kura tidak membutuhkan banyak air, tetapi ruang gerak yang luas. Siapkanlah akuarium yang panjang agar kura-kura dapat berenang dengan bebas ke sana kemari dan pastikan ukuran akuarium tidak terlalu kecil untuk usianya.

Hindari benda-benda yang dapat menghalangi geraknya atau bahkan mencederai tubuhnya. Bagi bayi kura-kura, pasir di dasar akuarium bisa membahayakan apabila sampai termakan. Maka, gantilah dengan bebatuan yang agak besar. Siapkan pula tempat pijakan (batu atau kayu) di dalam akuarium agar kura-kura dapat mengeringkan tubuh dan menghindari tumbuhnya jamur di tubuh. Satu poin penting lainnya, jangan lupa membersihkan akuarium setidaknya tiga hari sekali. Anda dapat menambahkan filter di dalam akuarium tersebut.

Makanan

Untuk jenis kura-kura Brazil, dapat diberikan pelet khusus kura-kura dengan berbagai merek yang tersedia. Anda harus menyesuaikan usia kura-kura dengan makanannya. Jangan sampai bayi kura-kura kelaparan karena makanannya terlalu besar dan terlalu sulit dicerna. Untuk kura-kura agak besar, bisa menyelingi pelet dengan ikan tombro hidup atau udang segar.

Kura-kura termasuk hewan peliharaan yang tidak terlalu banyak makan. Anda bisa memberi makan tiga hari sekali atau seminggu sekali. Akan tetapi, jika Anda memberi makan setiap hari pun tidak masalah. Pastikan Anda tidak memasukkan makanan terlalu banyak karena jika tersisa hanya akan mempercepat air menjadi kotor.

Penyakit

Cuaca kurang baik atau si kura-kura tidak berselera makan, dapat menyebabkan tubuhnya lemas dan sakit. Jika Anda mendapati kondisi tersebut, cobalah berkonsultasi kepada teman yang paham cara penanganan kura-kura atau bawalah ke dokter hewan spesialis reptil jika semakin parah. Selain itu, kura-kura juga bisa menderita diare, tubuh berjamur, atau pengelupasan kulit berlebihan.

Untuk tubuh yang berjamur dapat ditangani dengan mencampurkan air akuarium dengan obat antijamur. Anda bisa membelinya di toko khusus perlengkapan hewan. Cara lainnya adalah menjemurnya setiap pagi di bawah sinar matahari selama 30 menit. Ini terbukti lebih efektif memberantas jamur. Untuk diare dan pengelupasan kulit yang berlebihan perlu kiranya Anda konsultasikan kepada dokter hewan.

Tips dan Trik

Ada beberapa Tips Memelihara Kura Kura :

  1. Kenali jenis kura-kura yang Anda pelihara, apakah jenis kura-kura darat atau air.
  2. Tanyakan umurnya, makanan yang cocok, dan ukuran akuarium yang pas untuk peliharaan baru Anda.
  3. Carilah kenalan yang juga memelihara kura-kura agar bisa Anda jadikan tempat untuk bertanya berbagai hal seputar kura-kura Anda.
  4. Carilah informasi mengenai dokter hewan yang paham dengan hewan-hewan reptil.
  5. Jika kura-kura sakit, jangan panik. Pisahkan dari kura-kura lainnya jika takut sakit itu menular. Jika dalam waktu seminggu tidak membaik, bawalah ke dokter.
  6. Biarkan kura-kura berjalan leluasa di halaman rumah Anda, tetapi awasi jangan sampai hilang karena kura-kura air yang masih kecil bisa berlari cepat dan bersembunyi di tempat yang sulit dijangkau.
  7. Jagalah kebersihan tubuhnya agar jangan sampai berjamur dan berlumut. Mandikanlah setidaknya sebulan sekali, tetapi jangan menyikat badannya karena akan melukai lapisan kulit. Gunakan spons lembut dan sabun untuk mengusap tubuh kura-kura agar bersih dan sehat.
»»  Read More

Friday, December 23, 2011

Rupanya Gajah Punya Enam Jari

Rupanya Gajah Punya Enam Jari - Selama ini manusia menyangka bahwa gajah hanya memiliki lima jari. Namun, studi yang dilakukan ilmuwan Royal Veterinary College baru-baru ini mengungkap bahwa gajah memiliki enam jari, meski jari keenam tak bisa dikatakan betul-betul jari.

Menurut ilmuwan, jari keenam gajah sebenarnya adalah pemanjangan tulang. Pada gajah, pre-digit atau bisa dikatakan bakal tulang tulang jari telah berkembang menjadi struktur berukuran besar, menyaingi jari yang sebenarnya.

Uniknya, kata John R Hutchinson, sang peneliti, jari keenam pada gajah ini berkembang dengan cara yang unik. Pertama, pre-digit berkembang menjadi batang tulang kartilago (lunak). Baru di tahap selanjutnyalah tulang itu tumbuh menjadi tulang sejati.

Peneliti penasaran dengan fungsi jari keenam itu. Setelah diteliti, ternyata jari keenam itu berfungsi menyeimbangkan berat badan gajah yang super. Jari keenam ini mentransfer beban ke tulang kaki dan engsel.

Menurut peneliti, jari keenam tumbuh seiring dengan proses evolusi gajah. Hutchinson mengungkapkan, mammoth atau gajah purba dan gajah modern pasti memiliki cara berjalan yang berbeda, mulai berevolusi sejak 40 juta tahun lalu.

"Sejauh yang kita tahu, hanya gajah yang masih memakai tulang sesamoid untuk mendukung fungsi ini. Mamalia darat lain telah kehilangannya dan tak mengembangkan kaki besar berlemak atau fitur lainnya yang unik pada gajah," jelas Hutchinson seperti dilansir Daily Mail, Jumat (23/12/2011).
»»  Read More

Wednesday, December 21, 2011

Nyamuk Kencing Saat Menghisap Darah

Nyamuk Kencing Saat Menghisap Darah - Serangga penghisap darah seprti nyamuk ternyata punya perilaku aneh saat menghisap darah. Seperti yang diketahui sebelumnya oleh para ahli, mereka kencing terlebih dahulu. Dan, di luar dugaan, mereka juga mengeluarkan cairan pre-urin berupa darah!

Perilaku tersebut membuat para ilmuwan bingung. Claudio R Lazzari, entomolog dari François Rabelais University in Tours, Perancis, seperti dikutip New York Times, Senin (19/12/2011) mengatakan, "Darah adalah sesuatu yang sangat berharga. Melepaskannya berisiko tinggi."

Penelitian terbaru yang dilakukan Lazzari dan dipublikasikan di jurnal Current Biology mengungkap bahwa pengeluaran cairan pre-urin bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh saat makan, yang bisa mencapai 40 derajat Celsius.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, Lazzari meneliti nyamuk jenis Anopheles stephensi. Saat makan, cairan urin dan pre-urin nyamuk itu dikeluarkan lewat anus. Kadang, cairan menggantung seperti embun yang akan menetes sebelum jatuh.

Menurut Lazzari, saat urin dan pre-urin dikeluarkan, cairan menguap dan mendinginkan suhu tubuh hingga mencapai 3 derajat Celsius. Mekanisme ini adalah salah satu kehebatan serangga dalam mengontrol suhu tubuh.

Nyamuk bukan satu-satunya serangga yang menggunakan makanannya sendiri untuk mengatur suhu tubuh. Lebah misalnya, membuang sedikit nektar yang dimakannya untuk menjaga kepala tetap dingin saat terbang.
»»  Read More

Lelang Nama Spesies untuk Dana Penelitian

Lelang Nama Spesies untuk Dana Penelitian - Kekayaan alam Indonesia belum banyak tereksplorasi. Salah satu penyebabnya karena minimnya dana. Rosichon Ubaidillah M.Phil, yang baru dilantik sebagai profesor riset zoologi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengungkapkan, salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk mendapatkan dana penelitian adalah melalui lelang nama spesies.

"Uang yang didapatkan bisa diputar untuk mendukung penelitian dan pengembangan peneliti muda," kata Rosichon, Rabu (21/12/2011), yang menekuni taksonomi serangga golongan Eulophinae.
Menurutnya, cara tersebut, telah terbukti efektifitasnya untuk menunjang penelitian. Sejumlah spesies pernah dilelang di Monako dengan perantara Conservation International (CI). Uang yang didapatkan diberikan kepada LIPI untuk pengembangan sumber daya manusia.

"Dengan uang itu, ada lima peneliti taksonomi yang sekarang studi di luar negeri. Semua mempelajari taksonomi organisme laut karena yang dilelang memang spesies lalu," kata Rosichon.

Mekanisme lelang nama spesies, katanya, dilakukan dengan menawarkan spesies baru yang belum dinamai kepada sejumlah pihak. Pihak yang berminat kemudian menyatakan kesediaannya membayar sejumlah dana yang disepakati.

Di Indonesia, kata Rosichon, pihak yang ditawari bisa berasal dari kalangan pengusaha, tokoh kenegaraan, atau pihak lain yang berminat mendukung penelitian.

Menurut Rosichon, lelang nama spesies sudah menjadi hal umum yang lazim dilakukan. Di luar negeri, sudah ada sekitar 500 nama spesies yang diberi nama dengan nama tokoh terkenal. Contoh saja nama Ratu Victoria yang juga sudah diabadikan menjadi nama spesies Victoria Amazonica.

Namun, di Indonesia, upaya ini perlu diperkenalkan lebih dahulu sehingga banyak kalangan yang tertarik. Untuk menarik minat, Rosichon pernah menawarkan spesies untuk dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Waktu itu kami bawa sekitar 40 calon nama spesies baru untuk dipilih Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Rosichon yang pernah meraih penghargaan penulis entomologi (ilmu serangga) terbaik dari Blackwell Publication pada tahun 2003.

Tawaran kepada Presiden diharapkan bisa memberi daya tarik yang kuat untuk mengajak beragam kalangan. Di samping itu, nama Ibu Negara Ani Yudhoyono pun sudah dijadikan nama spesies kupu-kupu, Delias Kristianiae. Sayangnya, upaya tersebut ditolak sebelum sampai ke Presiden.

"Karena kami di bawah Kementerian Riset dan Teknologi, waktu itu kami diminta mengajukan lewat mereka. Padahal, birokrasi ini kan rumit dan panjang," kata Rosichon.

Saat ini, Rosichon tengah mengupayakan cara lain agar tujuannya tercapai. Ia menyebutkan, dengan jumlah spesies yang banyak, lelang nama berpotensi menghasilkan dana cukup besar.

Rosichon menjelaskan, penamaan spesies menggunakan nama tokoh terkenal tidak hanya berorientasi mendapatkan uang, namun juga menggugah kesadaran tentang perlunya penelitian, terutama taksonomi, bagi kemajuan bangsa.

"Kita bisa meningkatkan daya saing dan kemandirian dalam pengetahuan jika penelitian dilakukan. Selama ini kita bergantung pada peneliti asing," katanya.

Rosichon mengungkapkan, taksonomi seringkali dianggap kurang memberikan kontribusi. Padahal, riset taksonomi penting sebelum penggunaan organisme tertentu dilakukan. Taksonomi juga penting, sebab 40 persen dari ekonomi dunia bergantung pada produk keanekaragaman hayati.

Indonesia sebagai salah satu penandatangan COP 10 berkewajiban mengungkap kekayaan hayati yang ada. Salah satu yang perlu dilakukan saat ini adalah mendukung pendanaan dan pengembangan sumber daya manusia untuk riset taksonomi.
»»  Read More

Monday, December 19, 2011

Ular Bertanduk Ditemukan di Tanzania

Ular Bertanduk Ditemukan di Tanzania
Ular Bertanduk Ditemukan di Tanzania - Spesies baru ular berbisa dan bertanduk ditemukan di wilayah Tanzania. Jenis ular yang dinamai Atheris matildae itu ditemukan Tim Davenport, ilmuwan dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan tim lewat ekspedisi ke wilayah tersebut.

Atheris matildae diketahui merupakan kerabat dekat dari Atheris cerathopora, jenis ular bertanduk dan berbisa yang banyak ditemukan di hutan. Ilmuwan memprediksi bahwa ular bertanduk Matilda terpisah menjadi spesies baru sejak 2,2 juta tahun yang lalu.

Salah satu perbedaan ular bertanduk Matilda dengan ular bertanduk hutan adalah ukurannya yang lebih besar, sekitar 64,3 cm. Perbedaan lainnya adalah warna yang berbeda, paduan kuning dan hitam, serta corak sisik yang khas di bagian kepala.

Davenport mengatakan, habitat Atheris matildae sangat terbatas, hanya seluas 100 km persegi dan sudah mengalami degradasi. Davenport menuturkan bahwa spesies itu seharusnya dimasukkan dalam kategori "Terancam Punah" dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ditemukan di Tanzania, lokasi spesifik penemuan jenis ular ini tetap dirahasiakan. Ini terakit dengan besarnya ancaman bagi kelangsungan hidup spesies tersebut. Ular dengan eksotismenya sering diburu untuk kulitnya atau dijadikan hewan piaraan.

"Perdagangan satwa liar global itu besar sekali, dan yang signifikan dari perdagangan ilegal itu adalah amfibi dan reptil liar, untuk piaraan. Ular sangat populer dan jenis ular baru menumbuhkan ketertarikan yang tinggi," kata Davenport sperti dikutip Mongabay, Kamis (15/12/2011).

Untuk menjaga kelangsungan spesies ular bertanduk Matilda, saat ini ilmuwan mengambil 4 pejantan, 5 betina dan 2 anakan dari Atheris matildae untuk dikembangbiakkan. Upaya itu diharapkan bisa jadi jaminan eksistensi ular bertanduk Matilda.

"Kami berencana untuk menyediakan beberapa lusin pertama ular ini secara gratis dalam rangka memberi pasokan pada pasar hasil penangkaran spesies baru ini. Tujuannya mencegah koleksi dari tangkapan liar, menurunkan harga dan mendorong penangkaran bertanggung jawab oleh ahli dari berbagai negara yang paling menginginkannya," jelas Davenport.
»»  Read More

Monday, December 12, 2011

Pengaruh Habitat Terhadap Ukuran Tubuh Makhluk Hidup

Pengaruh Habitat Terhadap Ukuran Tubuh Makhluk Hidup
Pengaruh Habitat Terhadap Ukuran Tubuh Makhluk Hidup - Penyu dan kura kura termasuk kelompok chelonia,mewakili berbagai kelompok reptil yang hidup lebih dari 200 juta tahun.Sebanyak spesies chelonia yang masih hidup saat ini ditemukan di kepulauan terpencil,di hamparan laut,di gurun,dan habitat air tawar pada setiap benua besar.
Yang lebih mengenjutkan keberagaman tempat tinggal mereka bahkan bergantung pada ukuran tubuh.Chelonia terbesar mempunyao berat 1000 pound dan panjang 6 kaki,sementara yang terkecil memiliki berat hanya beberapa ons.dengan panjang badan hanya sebesar telapak tangan kita.
Melalui kombinasi model statistik komputer,data genetik dan rekaman fosil profesor ekologi dan biologi evolusioner alfaro dan rekannya membuktikan bahwa lingkungan yang berbeda menyebabkan perbedaan ukuran tubuh chelonia yang hidup disana.
Peneliti disini bertindak sebagai detektif evolusioner yang menyatukan potongan keberagaman chelonian yang hidup jutaan tahun lalu.Bagian DNA dari Chelonia modern memberi pentunjuk penting untuk menentukan jalur evolusi,kata Graham Slater peneliti dari National Science.
Hasil penelitian yang didapatkan sungguh mengejukan.Terlihat korelasi statistik yang kuat antara perubahan habitan dan ukuran tubuh.Chelonia yang hidup pada habitat laut atau kepulauan mempunyai ukutan tubuh optimal beberapa kali lebih besar daripada sepupu mereka yang hidup di daratan.Penyu laut memiliki cangkang terbesar 1,37 m diikuti kura kura pulau mencapai 0,76 m sementara chelonia air tawar hanya memiliki panjang sekitar 0,3 m.
»»  Read More

Friday, December 9, 2011

Perubahan Iklim Picu Migrasi Vertikal Burung

Perubahan Iklim Picu Migrasi Vertikal Burung
Perubahan Iklim Picu Migrasi Vertikal Burung - Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University dan diterbitkan di jurnal PLoS ONE mengungkap bahwa perubahan iklim memicu migrasi vertikal burung. Migrasi tidak terjadi secepat yang diduga, tetapi mengikuti perubahan vegetasi.

"Ini adalah studi pertama untuk mengevaluasi efek pemanasan pada rentang ketinggian burung tropis. Ini menunjukkan bukti adanya respon mereka terhadap burung, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa ada jeda dalam responnya," kata Stuart Pimm, sang peneliti.

Bukti di wilayah subtropis dan sedang, perubahan iklim membuat spesies hewan bergerak ke utara untuk mendapatkan suhu yang lebih rendah serta kawin lebih awal. Sementara, spesies tumbuhan menyiasati dengan berbunga lebih awal.

"Namun, pemahaman kita tentang respon burung tropis masih minim. Bergerak ke utaratidak membantu, sebab suhu tropis tidak berubah banyak karena lintang. Jadi, gerak ke atas adalah satu-satunya cara," kata German Forero-Medina, mahasiswa doktoral dari Duke University.

Forero-Medina mengungkapkan, memahami apa yang terjadi di wilayah yang lebih tinggi sangat penting. Pasalnya, lebih dari 50 persen spesies buirung yang ada hidup di ketinggian 1 km di atas permukaan laut. Dan, 80 persen diantaranya adalah burung tropis.

Forero-Medina mempelajari data tahun 70an yang diambil oleh John Terborgh, professor di Duke, yang memuat sebaran burung di masa itu. Dari situ, ia berusaha memahami efek pemanasan yang terjadi 40 tahun terakhir pada sebaran burung saat ini.

Dari penelitian, Forero-Medina menjelaskan bahwa meski rentang ketinggian burung sudah naik sejak 40 tahun lalu, namun kenaikannya saat ini tidak setinggi yang diperkirakan berdasarkan kenaikan temperaturnya.

"Ini kabar buruk. Spesies mungkin akan terancam jika mereka bergerak ke ketinggian yang lebih tinggi agar tetap dingin dan mereka menjauh dari habitatnya. Namun, bertahan di wilayah yang sama, mereka akan punya, tapi habitat yang makin panas," ungkap Pimm seperti dikutip Physorg, Kamis (8/12/2011).
Sumber :
Physorg
Share11
»»  Read More

5 Hoax Terheboh Dalam Dunia Biologi

5 Hoax Terheboh Dalam Dunia Biologi - Di jaman sekarang HOAX sudah menjamur pakaikan banyaknya jamur di sebuah kayu yang telah membusuk.Pada kesempatan kali ini aku ingin membahas tentang 5 hoax terheboh dalam dunia biologi.
5. Naga Yang Telah Diasamkan

Kisah naga yang telah diasamkan adalah contoh yang sangat baik dari meta-hoax tidak ada yang mengklaim bahwa itu benar-benar seekor naga. Naga itu dikatakan ditemukan di garasi seorang pria Inggris pada 2003, dan ia mengklaim bahwa seorang ahli biologi Jerman mencoba untuk menjadikan naga tersebut sebagai hadiah ke Museum Sejarah Alam di abad ke-19 dalam rangka untuk membuat mereka terlihat seperti orang bodoh. Media benar-benar tertipu oleh hal ini,dan ternyata Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa naga itu dibuat dari tanah liat oleh seorang pembuat model di belakang salah satu acara "walking with dinosaurus" di BBC.
4.Kucing bersayap
Pada gambar diatas terlihat seekor kucing di china yang memiliki sayap.Sayangnya tidak ada kucing bersayap yang asli. Sayap yang ada disini ternyata hanyalah sebuah bulu dari seekor kucing yang sangat panjang.Memang kucing ini memiliki kelainan genetik sehingga memiliki bulu yang sangat panjang.

3.Bangkai Bigfoot
Pada tahun 2008 2 orang pemuda bernama Matius Whitton dan Rick Dyer dari georgia menemukan bangkai bigfoot yang membuat geger media massa.Matius Whitton dan Rick Dyer menyatakan bahwa mereka pernah melihat makhluk serupa lain di sekitar mayat, dan bahwa binatang seberat 500-pon itu benar-benar ada. Tentu saja, mereka membentuk sebuah LLC, dan mengklaim hak cipta total untuk semua foto dan video dari bangkai.Mereka kemudian mengakui itu adalah setelan karet dalam kotak, tapi itu tidak menghentikan mereka dari mendapatkan sejumlah besar uang royalti.
2.Wolpertinger
Jika Anda menggabungkan skvader dan Jackalope Anda mungkin akan membayangkan sebuah wolpertinger,penghuni hutan-hutan pegunungan Bavaria.Yang biasanya biasanya digambarkan sebagai memiliki sayap, tanduk, ekor dan taring pada tubuh mamalia kecil, biasanya kelinci atau tupai. Sebuah gado-gado yang indah dari bagian-bagian hewan besar, dilemparkan ke tubuh makhluk berbulu kecil. Para Wolpertinger memperoleh beberapa ketenaran terakhir muncul sebagai hewan peliharaan batil di World of Warcraft.
1. Putri Duyung Fiji

Putri Duyung Fiji merupakan hewan hoax terkenal, dipajang awalnya oleh master grifting,Barnum. Hewan ini sangat sukses ditayangkan di acara serupa termasuk Ripley dari Ripley Believe It or Not. Putri Duyung menyeramkan versi mimpi buruk dari mitos yang indah, bukan setengah wanita telanjang yang tinggal di bawah air seperti di film film,tetapi seperti fosil yang tampak menakutkan. Yang sebenarnya adalah setengah monyet dan setengah ikan dijahit bersama-sama, dan kemudian ditutup dengan kertas-mache untuk tambahan.
»»  Read More

Monday, December 5, 2011

Gorila Dan Harimau Mengalami Resiko Kepunahan Akibat Perubahan Iklim

Gorila Dan Harimau Mengalami Resiko Kepunahan Akibat Perubahan Iklim - Sebuah laporan PBB pada hari minggu 4 desember 2011 menunjukkan beberapa jenis hewan termasuk gorila di Rwanda dan harimau di Bangladesh bisa mengalami risiko kepunahan jika dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrim di habitat mereka tidak ditangani.
Diluncurkan di sela-sela negosiasi iklim global di Durban, laporan oleh organisasi Pangan dan Pertanian pbb menunjukkan bagaimana suhu yang lebih tinggi, kenaikan permukaan air laut, penggundulan hutan dan penggunaan lahan yang berlebihan telah merusak habitat dari spesies tertentu, terutama di Afrika.

"Banyak ekosistem dalam keadaan rusak karena peningkatan populasi, deforestasi historis dan terakhir, praktek manajemen berkelanjutan dan bahkan spesies invasif," kata Eduardo Rojas-Briales, asisten direktur umum di departemen kehutanan FAO, pada peluncuran laporan.

Daerah yang paling terpengaruh termasuk pegunungan, pulau-pulau terpencil dan wilayah pesisir, yang membatasi hewan untuk bermigrasi ke tempat lain dan menciptakan habitat baru.
"Populasi yang tersisa menjadi tertutup dalam ekosistem sangat kecil, mereka memiliki masalah perkawinan sedarah ... dan pada akhirnya spesies ini dapat punah," tambahnya.

KONFLIK
Migrasi satwa liar juga dapat menyebabkan konflik dengan manusia seperti yang terjadi dengan harimau di Bangladesh,ucap Rojas-Briales.
"Perumahan dan bahkan manusia diserang dan tentu saja ada pembalasan oleh penduduk lokal, dan keberhasilan yang dicapai dengan melindungi spesies ini sekarang sedang dibalikkan oleh kerusakan habitat," katanya.

Contoh lain dari hewan yang terkena dampak ini meliputi gajah di Mali, singa di Serengeti dan buaya di Malawi.Laporan itu mengatakan 20-30 persen spesies tanaman dan hewan akan berisiko lebih tinggi terkena kepunahan akibat pemanasan global dan proporsi yang signifikan dari spesies endemik dan sebagai konsekuensinya dapat mengalami kepunahan pada tahun 2050.Konsekuensi lainnya dapat mencakup penyebaran spesies invasif dan penyakit menular, katanya.

Laporan ini mendesak lebih fokus pada pemulihan ekosistem yang rusak, karena ini kunci untuk mengatasi perubahan iklim seperti dengan memperbaiki hutan bakau, pedalaman perairan, hutan, savana dan padang rumput.FAO juga menyerukan penciptaan koridor migrasi untuk hewan di daerah di mana gerakan mereka dibatasi.
»»  Read More

Saturday, December 3, 2011

Perbandingan Ekspresi Gen Pada Bakteri,Arkea Dan Eukaria

Perbandingan Ekspresi Gen Pada Bakteri,Arkea Dan Eukaria
Perkembangan Terbaru dalam biologi molekular telah memungkinkan para peneliti menentukkan sekuens nukleotida lengkap dari ratusan genom termasuk berbagai genom dari setiap domain.
RNA polimerase bakteri dan eukariota sangat berbeda.Sebaliknya RNA polimerase tunggal dari arkea menyerupainya ketiga RNA polimerase eukariota dan tidak seperti bakteri,arkea dari eukariota menggunakan seperangkat faktor transkripsi yang kompleks.Transkripsi diakhiri secara berbeda antara bakteri dan eukariota.Tetapi karena pengetahuan manusia masih sedikit tentang pengahiran transkripsi arkea maka proses tersebut sepeti mirip dengan yang terjadi pada eukariota.
Pada proes translasi ribosom bakteri dan eukariota agak berbeda.Ribosom arkea berukuran sama dengan ribosom bakteri namun sensitivitas terhadap inhibitor kimiawi paling mirip dengan sensitivitas ribosom eukariota.Tadi kita telah menyinggung bahwa proses translasi pada bakteri berbeda dengan eukariota.Dalam hal ini proses pada arkea lebih mirip dengan proses pada bakteri.
Perbedaan terpenting antara bakteri dan eukariota berhubungan dengan ekspresi gen disebabkan oleh kompartemental yang relatif tidak ada pada bakteri.Tanpa keberadaan nukelus sel bakteri dapat mentranskripsi dan mentranslasi gen yang sama secara simultan dan protein yang baru dibuat dapat dengan cepat berdifusi ke tempatnya berfungsi.
Dengan mempelajari lebih lebih lanjur tentang protein dan RNA yang terlibat dalam transkripsi dan translasi pada arkea kita akan mengetahui berbagai hal tentang evolusi dari proses proses pada ketiga domain.
»»  Read More

Regulasi Alosterik Pada Enzim

Regulasi Alosterik Pada Enzim
Regulasi Alosterik Pada Enzim
Pada banya kasus molekul molekul yang secara alami meregulasi aktivitas enzim dalam sel bererilaku mirip inihibitor non kompetitif dapat balik : molekul molekul ini mengubah bentuk enzim dan fungsi situs aktifnya dengan cara berikatan dengan suatu situs dibagian lain molekul melalui interaksi non kovalen.Regulasi Alosterik adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan terpengaruhnys fungsi protein pada salah satu situs oleh pengikatan molekul regulator ke suatu situs lain.Regulasi terebut dapat menghasilkan inhibisi (penghambatan) atau stimulasi (perangsangan) aktivitas enzim.
Aktivasi dan Inhibisi Alosterik
Sebagian besar enzim yang diregulasi secara alosterik terdiri dari dua atau lebih sub unit yang masing masing terdiri dari suatu rantai polipeptida dan memiliki situs aktifnya sendiri.Keseluruhan kompleks berosilasi di antara dua bentuk yang berbeda yang satu atif untuk katalisasi sementara yang satu lagi tidak.
Identifikasi Regulator Alosterik
Walaupun regulasi alosterik mungkin cukup banyak dijumpai,hanya sedikit dari banyak enzim metabolik yang telah dikenal yang telah terbukti diregulasi dengan cara ini.Molekuk regulator alosterik sulit ditemukan.Sebagian karena molekul macam ini cenderung berikatan dengan enzim pada afinitas rendah sehingga sulit diisolasi.Akan tetapi baru baru ini perusahaan farmasi mengalihkan perhatian mereka pada regulator alosterik.
Molekul ini merupakan calon obat menarik untuk regulasi enzim karena menunjukkan kespesifikan yang lebih tinggi terhadap enzim tertentu daripada inhibitor yang berikatan dengan situs aktif.
Inhibisi Umpan Balik
Ketika ATP secara alosterik menghambat suatu enzim dalam jalur pembuatan ATP.Maka akan terjadi inhibisi umpan balik yang merupakan suatu metode umum dalam kontrol metabolik.Dalam inhibisi umpan balik jalur metabolik menjadi inaktif akibat pengikatan produk akhir ke enzim yang bekerja di awal jalur sehingga jalur tersebut terhambat.Beberapa sel menggunakan jalur ini untuk mensintesis asam amino isoleusin dari treonin sejenis asam amino lain.Isoleusin yang menumpuk akan memperlambat proses sintesisnya sendiri dengan cara menghambat enzim secara alosterik.
»»  Read More

Tuesday, November 29, 2011

Thescelosaurus assiniboiensis, Dinosaurus Vegetarian

Thescelosaurus assiniboiensis, Dinosaurus Vegetarianz
Thescelosaurus assiniboiensis, Dinosaurus Vegetarian
Palaentolog berhasil mengidentifikasi spesies baru dinosaurus, dinamai Thescelosaurus assiniboiensis (THES'-kel-oh-SAWR'-us ah-SIN'-ni-boy-EN'-sis). Spesies itu diidentifikasi berdasarkan potongan tulang berusia 66 juta tahun yang ditemukan di distrik Assiniboia, Saskatchewan, Kanada. Nama spesies dinosaurus itu sendiri diambil dari nama tempat penemuannya.

Spesimen dari spesies tersebut telah ditemukan di lembah Sungai Frenchman pada tahun 1968. Namun, identifikasinya baru bisa dilakukan baru-baru ini.

Caleb Brown, salah satu tim peneliti, mengatakan bahwa dinosaurus baru ini adalah herbivora, alias vegetarian. Namun, dibanding herbovora lain, dinosaurus ini punya ukuran lebih kecil, cuma sebesar rusa.

Saat ini, seperti dipublikasikan Foxnews, Senin (28/11/2011), potongan tulang dinosaurus itu dipamerkan di Pusat Penemuan T-Rex di Easten dan Royal Saskatchewan Museum di Regina. Penemuan spesies dinosaurus ini dipublikasikan di oological Journal of the Linnean Society yang terbit bulan Desember nanti.
»»  Read More

Sunday, November 27, 2011

Bulbophyllum nocturnum, Anggrek Yang Hanya Mekar Semalam

Bulbophyllum nocturnum, Anggrek Yang Hanya Mekar Semalam
Bulbophyllum nocturnum, Anggrek Yang Hanya Mekar Semalam - Kew Garden London menemukan anggrek spesies baru di wilayah Pulau New Britain, Papua Niugini. Anggrek spesies baru itu bernama Bulbophyllum nocturnum, merupakan satu-satunya di antara 25.000 jenis anggrek yang telah dideskripsikan yang mekar pada malam hari. Uniknya, anggrek itu juga hanya mekar dalam semalam saja.

Penemuan spesies ini berawal dari kekagetan ilmuwan Belanda, Ed ve Vogel. Ia menjumpai Bulbophyllum nocturnum selalu dalam keadaan layu di saat seharusnya mekar. Penasaran, ia pun bekerja sama dengan Andre Schuiteman dari Kew Garden dan Jaap Vermeulenof dari Pusat Keanekaragaman Hayati Belanda untuk meneliti spesies anggrek itu.

"Betapa terkejutnya dia (ve Vogel), kuncup bunga kemudian tampak mekar pada jam 10 malam, jauh setelah matahari terbenam, membuktikan bahwa bunga itu adalah spesies yang belum diketahui jenisnya," kata juru bicara Kew Garden pada media, Selasa (22/11/2011), seperti dikutip Daily Mail pada hari yang sama.

Sejauh ini, alasan mengapa anggrek itu mekar pada malam hari belum diketahui. Namun, diduga anggrek itu diserbuki oleh hewan seperti nyamuk dan agas yang aktif pada malam hari. Banyak spesies anggrek lain yang diserbuki oleh ngengat pada malam hari, tetapi tetap mekar pada siang hari. Jadi, semuanya belum pasti.

Jumlah bunga yang mekar pada malam hari sendiri relatif sedikit. Beberapa contoh adalah kaktus ratu malam dan melati yang mekar pada malam hari. Fakta ini menjadikan penemuan spesies anggrek ini unik. Direncanakan, Kew Garden akan memamerkan bunga ini di pameran bunga pada 4 Februari-4 Maret di London.

Chuiteman mengatakan, "Penemuan ini menunjukkan bahwa penemuan yang mengejutkan masih bisa dibuat. Tapi harus berpacu dengan waktu untuk menemukan spesies ini sebab hanya ditemukan di hutan tropis primer. Seperti yang kita tahu, hutan di sana hilang dengan cepat. Jadi sangat penting untuk mendapatkan pendanaan mendukung penemuan macam ini."
»»  Read More

Monday, November 14, 2011

"Ular Kepala Dua" Ditemukan di Samarinda

"Ular Kepala Dua" Ditemukan di Samarinda
Seekor ular primitif yang biasa disebut ular kepala dua ditemukan di Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Ular tersebut bentuknya mirip jenis milk snake yang terkenal di California, Amerika Serikat, dengan tubuh belang-belang warna-warni kombinasi hitam, putih, dan oranye.

"Ular khas Borneo itu ditemukan seminggu lalu dan saat ini dikarantina di kawasan Sempaja," ujar pembina Komunitas Pencinta Reptil Samarinda (Koper's), Gatot, Minggu (13/11/2011) di stan Koper's Mahakam Expo. Selama ini ular jenis tersebut juga ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Ular yang memiliki nama ilmiah Cylindrophis ruffus itu berwarna hitam mengilat bergaris kuning. "Warnanya jauh lebih indah dibanding ular yang selama ini saya temukan. Sebab, warna hitam pada kulit ular khas Borneo itu mengkilat," katanya.

Gatot mengungkapkan, ular itu disebut sebagai ular primitif karena tidak menggigit dan tidak berbisa. Bahkan, ular ini cenderung menghindari manusia. Ketika merasa terancam, ular berbentuk agak bulat itu justru menyembunyikan kepala di bagian lingkaran tubuhnya, tetapi ekornya naik, layaknya ular kobra yang hendak menyerang. Karenanya, ular itu disebut ular berkepala dua.

"Jenis ular ini hidupnya di dataran rendah dan daerah yang kering. Ular ini justru banyak dikejar dan dibunuh warga sehingga kami berharap ada upaya untuk melindungi Cylindrophis ruffus agar tidak punah karena ini menjadi salah satu kekayaan alam Samarinda, Kaltim, umumnya," ungkap Gatot.

Komunitas Pencinta Reptil Samarinda dibentuk lima bulan lalu. Saat ini, komunitas itu memelihara sekitar 200 ekor ular dari berbagai belahan dunia. Gatot sendiri memelihara sembilan ekor ular.
»»  Read More

Monday, November 7, 2011

Bakteri "Vampire" Pengisap Bakteri

Bakteri "Vampire" Pengisap Bakteri
Bakteri "vampire" adalah jenis bakteri yang ditemukan 30 tahun laku di instalasi pembuangan limbah. Micavibrio aeruginosavorus, demikian nama asli bakteri itu, dijuluki vampire sebab memiliki kemampuan untuk hidup dengan mengisap nutrisi dari bakteri lain.

Studi terkini oleh ilmuwan dari University of Virginia dengan teknik genetika modern berhasil mengisolasi dan mengurutkan genome bakteri vampire tersebut, membuka beberapa kemungkinan untuk memanfaatkan bakteri itu.

Analisis genetik menguak bahwa Micavibrio aeruginosavorus tidak mampu hidup meskipun ada nutrisi melimpah di sekitarnya. Pasalnya, bakteri ini tidak punya gen yang mengendalikan proses transportasi nutrisi dari dalam ke luar sel. Nutrisi harus didapatkan langsung dari bakteri lain.

Peneliti menemukan bahwa bakteri vampire memiliki gen yang membantu bakteri memproduksi senyawa untuk melekatkan diri ke bakteri lain. Gen itu mengendalikan proses transportasi nutrisi dari bakteri yang dimangsa ke dalam sel Micavibrio aeruginosavorus.

Ketika bakteri vampire melekat ke mangsanya, gen tersebut akan diaktifkan, membangun semacam jembatan antara dua sel. Saat jembatan terbangun inilah nutrisi dari bakteri yang dimangsa akan mengalir ke dalam sel bakteri vampire.

Micavibrio aeruginosavorus dikatakan mampu memangsa banyak jenis bakteri. Dengan demikian, bakteri itu bisa dimanfaatkan untuk membunuh bakteri lain yang berbahaya dan menimbulkan penyakit, misalnya, dimanfaatkan sebagai antibiotik hidup.

"Ahli patologi bisa memanfaatkan bakteri ini untuk melawan api dengan api. Bakteri ini akan memburu dan menyerang bakteri tertentu yang berbahaya bagi manusia," kata Matin Wu, peneliti, seperti dikutip LiveScience, Selasa (1/11/2011) lalu.

"Mungkin bagi antibiotik hidup seperti Micavibrio aeruginosavorus, karena menyerang target spesifik dari patogen tertentu, bisa mengurangi ketergantungan kita pada antibiotik tradisional dan mengurangi masalah resistensi obat yang kita hadapi saat ini," pungkas Wu.
»»  Read More

Friday, October 21, 2011

Pedoman Umum Penanganan Reptil

Pedoman Umum Penanganan Reptil
Pedoman Umum Penanganan Reptil
Reptil harus mengelus ("membelai") dalam arah skala - dari kepala ke ekor, bukan ekor ke kepala. Dengan beberapa spesies, timbangan dapat diangkat, menyebabkan luka pada sisik dan kulit di bawahnya, ketika mereka membelai mundur.Spesies yang telah jatuh pingsan atau sisik tajam runcing benar-benar dapat menggores melalui kulit seseorang saat menggosok dengan cara yang salah.

Jika orang mulai menggeliat jari mereka seperti mereka berusaha untuk mendapatkan ular karnivora atau omnivora atau perhatian kadal, tanyakan kepada mereka apa yang mereka pikir jari mereka mungkin terlihat seperti pada hewan (jawaban yang benar: tikus bayi menggeliat atau larva gemuk). Jika itu tidak menghentikan mereka dari melakukan hal itu, meminta mereka untuk berhenti. Jika itu tidak berhasil, menghapus hewan dari daerah anak / jangkauan-atau menghapus anak dari daerah hewan.

Jika seseorang gelisah, melakukan upaya cepat beberapa menjangkau dan menyentuh, sehingga banyak yang cepat, maju-dan-mundur gerakan, menjelaskan bahwa mereka berkomunikasi kegugupan mereka ke ular atau kadal. Reptil dapat menjadi gugup pada gilirannya, akhirnya membuat reptil lebih takut orang dari orang yang adalah reptil. Menjelaskan dan menunjukkan bagaimana menyentuh, menunjukkan pendekatan halus yang tidak menakut-nakuti reptil. Hal ini sering membantu untuk menawarkan bagian yang kurang menakutkan dari hewan ke hewan peliharaan pertama (tubuh, ekor, kaki).

Asumsikan apa-apa! Termasuk dengan asumsi bahwa, ketika seorang anak tidak mau memegang seekor hewan lagi, ia akan memberikannya kembali kepada Anda. Banyak anak, termasuk anak-anak remaja yang seharusnya tahu lebih baik, ketika lelah memegang ular, kadal, kura-kura atau kura-kura, hanya akan turun dan berjalan kaki, atau hanya meletakkannya di mana saja - di bawah meja, di tanah di tengah-tengah kerumunan orang - kemudian berjalan pergi. Jika bekerja dengan sekelompok besar anak-anak, menunjuk beberapa yang nyaman menangani reptil menjadi pengadu. Biarkan siswa lain tahu bahwa mereka harus memberikan reptil kepada pengadu atau meminta pengadu untuk mengambil reptil ketika orang yang memegang mereka tidak lagi ingin melakukannya.

Memegang dan menyentuh reptil merupakan hak istimewa. Ini harus dilakukan dengan hormat, baik untuk reptil dan untuk orang lain di daerah tersebut. Tetapkan aturan-aturan dasar untuk menyentuh, menangani, dan perilaku sebelum mengizinkan kegiatan tersebut untuk memulai. Jelaskan bahwa siapa pun diamati memegang reptil ke wajah orang lain dalam upaya untuk menakut-nakuti mereka akan segera kehilangan menyentuh dan memegang hak istimewa. Terlalu banyak orang dibuat takut reptil melalui pertemuan negatif seperti takut dan tetap selama sisa hidup mereka. Diizinkan untuk menyentuh atau memegang reptil adalah hak istimewa yang harus diberikan hanya kepada mereka yang melakukannya dengan benar dan dengan rasa hormat yang tepat untuk reptil dan orang-orang.

Jelaskan kebutuhan untuk menjaga tingkat kebisingan bawah.Kadal dan chelonians memiliki telinga, dan bahkan ular dapat mengambil dan bereaksi terhadap udara dan permukaan-gelombang suara ditanggung. Banyak kebisingan dan keributan dapat membuat bahkan seekor reptil jinak gugup.

Jika suhu terlalu hangat (dan apa pun lebih dari 88-90 dapat terlalu hangat untuk sebagian besar reptil, termasuk hewan gurun yang, setelah semua, menghabiskan bagian terpanas dari bawah tanah hari), semprot secara teratur dengan air, dan membuat Pastikan kandang masing-masing memiliki area retret dingin.

Pastikan semua hewan diserahkan kembali kepada Anda atau pengadu, atau, jika sesuai, memungkinkan anak untuk menempatkan hewan kembali di kandang.

Setelah sesi pembersihan, menyentuh, dan penanganan, selalu melakukan hitungan kepala untuk memastikan bahwa hewan yang benar telah dimasukkan kembali di kandang mereka sendiri, bahwa semua hewan dicatat, dan bahwa semua lampiran yang aman tertutup dan terkunci. Kepala jumlah dan keamanan kandang harus dilakukan pada awal setiap hari, sebelum dan setelah makan siang, dan pada akhir hari.

Fokus utama dari menemui adalah pendidikan melalui paparan informasi yang ditambah oleh kontak dengan hewan hidup.Hewan-hewan tidak harus diletakkan pada risiko, tidak seharusnya Anda atau siswa.

Tidak menangani hewan liar tertangkap yang akan dilepaskan kembali ke alam liar lebih dari itu mutlak diperlukan untuk memantau kesehatan, menunjukkan sebentar untuk siswa, dan untuk membersihkan kandang.




Ketika Gigitan Terjadi
Sebenarnya ada kepastian ketiga dalam kehidupan. Selain kematian dan pajak, satu hal yang lain Anda dapat yakin adalah bahwa, jika Anda bekerja dengan hewan, cepat atau lambat Anda akan mendapatkan digigit.
Seberapa buruk gigitan, dan bagaimana buruk itu dianggap, sering tergantung pada:
betapa tak siapnya Anda adalah untuk menggigit
bagaimana Anda bereaksi untuk itu
bagaimana Anda mendapatkan reptil untuk melepaskan
bagaimana Anda menangani reptil selama dan segera setelah gigitan
Jika gigitan terjadi di depan siswa, bagaimana Anda menangani diri sendiri dan hewan menjadi lebih penting karena siswa akan belajar dari Anda bagaimana bertindak jika mereka mendapatkan digigit.

Pemogokan
Kebanyakan gigitan pemogokan - hit mulut terbuka pada tangan atau lengan. Ini adalah peringatan atau komentar ("Aku lapar dan ingin diberi makan sekarang." "Saya tidak senang tentang hal ini sama sekali.") Begitu mereka sudah mereka "katakan," menarik mereka dan baik menatap Anda, menatap off ke arah yang lain, atau mencoba untuk kembali ke kandang mereka atau jauh dari Anda. Jika mereka sudah di kandang mereka, mereka dapat bersantai, atau menjauh dari Anda, atau tetap dalam sebuah kumparan S-, menonton dan menunggu untuk melihat apa yang akan Anda lakukan selanjutnya. Paling-paling, Anda akan mendapatkan serangkaian tusukan dari gigi (yang mungkin banyak dan, dalam kasus ular, mungkin ada dua baris di rahang atas dan bawah). Tergantung pada ukuran ular dan seberapa keras mereka memukul Anda, mungkin ada atau mungkin tidak sedikit pendarahan. Jika ular besar memukul Anda, mungkin ada yang lebih memar dan rasa sakit dari luka yang sebenarnya.
Minimalkan Risiko
Yang terbaik, tentu saja, adalah untuk meminimalkan risiko pernah digigit. Anda dapat melakukan ini dengan belajar membaca reptil Anda. Reptil, seperti semua binatang, adalah komunikator yang baik, sekali Anda belajar bahasa mereka.Empat tim teratas alasan mengapa Anda akan mendapatkan digigit adalah:

1. Anda menakut-nakuti mereka, seperti dengan bergerak tak terduga dan cepat dalam cara yang membuat mereka merasa terancam. Perlu diingat bahwa banyak reptil sendiri dimangsa oleh hewan yang lebih besar, termasuk burung predator.

2. Anda mengejutkan mereka, seperti dalam membangunkan mereka tiba-tiba ketika mereka tertidur lelap. Beberapa ular yang sangat disosialisasikan akan tidur melalui pendekatan Anda dan membuka pintu kandang mereka, bukan bangun sampai Anda benar-benar menyentuh mereka. Jika Anda pernah terkejut anjing atau kucing tidur, dan telah mereka bereaksi dengan menggeram, menyentak, dan memamerkan gigi mereka atau memukul dengan cakar diperpanjang, Anda memiliki ide yang cukup baik dari apa ular atau kadal mungkin melakukan.


3. Anda mess dengan mereka ketika mereka bersiap-siap untuk menumpahkan, dan gagal untuk mundur bahkan setelah banyak mendapatkan peringatan terengah-engah dan mendesis. Seekor ular rewel memberi arti baru pada frase "hissy cocok."Menghormati dan Anda tidak akan mendapatkan sedikit.

4. Anda berbau seperti makanan mereka. Ini adalah nomor satu alasan mengapa orang yang digigit oleh ular-ular mereka dan monitor. Sering cukup serius untuk memerlukan plastik dan mikro, jika tidak benar-benar mati oleh gigitan konstriktor besar.Gigitan makan hanyalah sebuah ilustrasi tentang bagaimana bodoh atau membabi buta penjaga reptil dapat. Jika Anda tidak bau seperti mangsa, dan jika ruangan tidak berbau seperti mangsa, Anda tidak akan mendapatkan melahap oleh reptil lapar yang yakin bahwa Anda adalah mangsa.
Pedoman Umum Penanganan Reptil di tulis oleh Agis Rayandari
»»  Read More

STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN

STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN


Setelah kemaren saya membahas tentang Ragam dan Fungsi Protein Membran kali ini saya mencoba mengulas tentang STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN.Model molekuler membran mulai dikembangkan beberapa dasawarsa sebelum membran untuk pertama kalinya dapat dilihat dengan mikroskop elektron pada tahun 1950-an. Postulat pertama dikemukakan oleh Charles Overton bahwa membran terbuat dari lipid, atas dasar pengamatannya bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel lebih cepat. Baru dua puluh tahun kemudian diketahui bahwa membran tersusun atas lipid dan protein. Oleh karena itu lipid dan protein adalah penyusun utama dari membran.


Struktur Membran


Gambar 1 Struktur Membran

1. Lipid
Lipid yang menyusun membran terdiri atas fosfolipid (rantai asam lemak, gliserol, fosfat, dan alkohol) dan kolesterol. Fosfolipid mampu membentuk membran karena struktur molekulernya. Fosfolipid bersifat amfipatik, yaitu memiliki daerah hidrofobik dan daerah hidrofilik.
lipid penyusun membran


Gambar 2 Lipid Penyusun Membran


Irving Langmuir (1917) membuat model membran buatan yang terdiri dari selapis fosfolipid dengan ekor hidrofobik mengarah ke udara sedangkan kepala hidrofilik tercelup air. Itu tidak menjawab bagaimana jika sel berada di lingkungan akuatik, yang mendasari E. Gorter dan F. Grendel (1925) mengemukakan model bilayer fosfolipid yang tebalnya dua molekul. Bilayer seperti ini dapat menjadi suatu batas stabil antara dua ruangan aquaeous karena susunan molekulernya melindungi bagian hidrofobik dan membiarkan bagian hidrofiliknya menyentuh cairan. Davson dan Danielli (1935) melengkapi model tersebut dengan melapisi kedua permukaan itu dengan protein hidrofilik. Karena protein membran memiliki daerah hidrofobik dan hidrofilik juga, maka pada tahun 1972 J. Singer dan G. Nicolson menunjukkan protein tersebut sebenarnya terdispersi dan secara individual disisipkan ke daerah bilayer fosfolipid dengan daerah hidrofobik di dalam dan daerah hidrofilik menghadap cairan.

fosfolipid


Gambar 3 Fosfolipid

Membran bersifat fluid agar dapat bekerja dengan baik. Disinilah fungsi kolesterol steroid yang terjepit di antara molekul-molekul fosfolipid dalam membran plasma hewan membantu menstabilkan membran tersebut. Kolesterol menghambat penyusunan-rapat fosfolipid, kolesterol juga membantu menurunkan suhu membran jika suhu disekitar naik. Jika membran membeku permeabilitasnya berubah, protein enzimatik di dalamnya mungkin menjadi inaktif.

2. Protein

Membran merupakan suatu mozaik fluida yang terdiri atas lipid, protein, dan karbohidrat. Protein menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran. Ada dua protein utama membran yaitu protein integral dan protein periferal. Protein integral adalah protein transmembran dengan daerah hidrofobik membentang sepanjang interior hidrofobik membran tersebut. Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar, yang biasanya tergulung menjadi heliks-a. Bagian yang hidrofilik berada pada kedua sisi yang aqueous. Protein periferal tidak tertanam dalam bilayer lipid melainkan terikat longgar pada permukaan membran.

protein penyusun membran

Gambar 4 Protein Penyusun Membran

3. Karbohidrat

struktur karbohidrat membran
Gambar 5 Struktur Karbohidrat Membran

Karbohidrat membran memiliki fungsi untuk mengenali satu jenis sel tetangga, yang menjadi dasar penolakan terhadap sel asing. Karbohidrat pada membran biasanya berbentuk oligosakarida. Beberapa oligosakarida secara kovalen terikat dengan lipid (membentuk glikolipid) dan sebagian besar terikat secara kovalen dengan protein (membentuk glikoprotein). Molekul dan lokasi yang beragam pada permukaan sel membuat oligosakarida dapat berfungsi sebagai penanda yang membedakan sel yang satu dengan yang lainnya.
»»  Read More

Ragam Dan Fungsi Protein Membran

Ragam Dan Fungsi Protein Membran
Membran merupakan kalase dari berbagai protein yang tertanam dalam matriks fluid berupa lapisan ganda lipit.Sejauh ini lebih dari 50 macam protein telah ditemukan dalam membran sel plasma darah merah.Misalnya fosfolipid membentuk bahan utama membran namun protein menentukan sebagian besar fungsi membran.
Ada dua populasi utama protein membran: protein integral dan protein periferal.Protein integral menembus inti hidrofobik lapisan ganda lipid.(hidrofobik : menjauh air,cenderung mengumpul dan membentuk tetesan air).Banyak diantaranya merupakan protein transmembran yang membentang ke dua sisi membran.

Sedangkan protein periferal tidak tertanam dalam lapisan ganda lipid sama sekali melainkan berupa embelan yang terikat longgar ke permukaan membran dan seringkali ke bagian protein integral yang menuju keluar..

Di sisi sitoplasmik (sisi yg menghadap sitoplasma) membran plasma,beberapa protein membran ditahan pada posisi oleh pelekatan ke sitoskeleton sementara di sisi ekstraselular (artinya sisi yg menghadap ke luar sel) protein membran tertentu merekat ke sela sela matriks ekstraselular.Pelekatan pelekatan ini berkombinasi sehingga memberikan kerangka yang lebih kuat bagi sel hewan daripada yang dapat diberikan oleh membran plasma saja.
»»  Read More
 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy