Wednesday, July 27, 2011

Mengaku Tentara Inggris, WN Nigeria Perdaya Wanita Indonesia

Mengaku Tentara Inggris, WN Nigeria Perdaya Wanita  Indonesia - Aparat Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap seorang pria WN Nigeria. Pria bernama John Williams (34) itu ditangkap karena melakukan penipuan dengan mengaku sebagai tentara Inggris.

"Petugas Cyber Crime telah mengungkap kasus penipuan dengan menggunakan sarana jejaring sosial facebook dengan identitas disembunyikan, mengaku sebagai orang lain yang tidak sesuai apa adanya," jelas Kombes Baharudin Djafar, Kepala Bidang Humas Polda Jakarta Raya di kantornya, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Resrse Kriminal Khusus Polda Jakarta Raya AKBP Hermawan mengatakan, selain John, pihaknya juga menangkap teman wanita John bernama Sanny A. John ditangkap di Roxy, Jakarta Barat pada Rabu (27/7) malam, sedangkan Sanny ditangkap di Jl Amsar No 6 RT 07/09 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Korban adalah perempuan WN Indonesia berinisial NH, 56 tahun," kata Hermawan.

Dari tersangka, polisi menyita satu unit laptop yang digunakan sebagai alat kejahatan, 8 unit telepon genggam, 3 buku tabungan Bank Mandiri dan Bank BCA, uang jutaan rupiah hasil kejahatan, SIM mengemudi John yang dikeluarkan pemerintah Nigeria dan KTP atas nama Sanny.

"Laptop dan handphonenya akan kita cek ke laboratorium forensik untuk mengetahui ada atau tidaknya korban lain," ujar dia.

Hermawan menjelaskan, modus kejahatan yang dilakukan tersangka adalah dengan menjaring korban lewat facebook. Tersangka membuat satu akun facebook dengan nama 'John Danny' dengan alamat email johndanny1@yahoo.com.

"Dalam facebook tersebut, tersangka memasang foto seorang WNA berkulit putih dan berpenampilan gagah," kata dia.

Guna meyakinkan korban, tersangka mengaku sebagai anggota pasukan infanteri Inggris berpangkat brigadir. Tersangka mengaku berasal dari Scotlandia dan sedang ditugaskan di Afganistan hingga akhir tahun 2011.

"Korban pertama kenal dengan tersangka setelah korban mencari teman secara acak di facebook," katanya.

Pencarian korban kemudian tersangkut di akun facebook 'John Danny'. Korban yang tertarik dengan ketampanannya kemudian mulai menambahkan 'John Danny' sebagai teman. Namun, korban tidak menyadari kalau dirinya tengah berhadapan dengan seorang penipu.

"Mereka kemudian intens berkomunikasi selama dua bulan hingga berpacaran di facebook," ujar dia.

Hingga pada awal Juli 2011, tersangka mulai memperdaya korban. Kepada korban, tersangka mengaku ingin mengirim hadiah berupa uang US$ 5 juta yang diakuinya didapat dari Muamar Kadhafi, pemimpin Afganistan.

"Uang tersebut akan diantar melalui hubungan diplomatik dan untuk mengambilnya, korban diminta untuk memberikan uang sebanyak US$ 6.800 atau sekitar Rp 6 juta sebagai uang pajak bea cukai," jelasnya.

Tanpa curiga, korban pun mengirim tersangka uang tersebut ke rekening di Bank Mandiri atas nama teman tersangka, Sanny. Setelah berhasil, tersangka kembali meminta uang kepada korban sebanyak Rp 150 juta. Saat itu, korban baru sadar telah tertipu.

"Korban lalu melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya," ujar dia.

Medapat laporan tersebut, petugas kemudian menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas kemudian menyelidiki dan melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya tertangkap di Roxy.

Hingga kini, petugas masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Tersangka diduga telah melakukan praktik penipuan dengan cara tersebut sejak datang ke Indonesia 2 tahun silam.

"Hasil penyidikan, kita lihat dari rekeningnya banyak transferan uang hingga Rp 300 juta. Keyakinan kami, masih ada korban lain di indonesia," kata Hermawan.

Untuk itu, Hermawan mengimbau agar para korban penipuan serupa diharapkan melapor ke kepolisian untuk dicocokkan dengan tersangka. "Saya yakin korbannya banyak, namun mereka malu untuk melapor," ujarnya.

Kini, kedua tersangka mendekam di Mapolda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo pasal 5 ayat (2) UU ITE dengan ancaman 6-12 tahun penjara.

Sumber : detik.com

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright 2009 Kid Blog|Privacy Policy